Malam itu begitu mencekam. Masyarakat berkumpul di salah satu rumah yang diperkirakan aman tidak akan terkena dampak ledakan. Sampai tengah malam barulah ada pihak dari pabrik memberi penjelasan bahwa semua kerusakan dan korsleting sudah diperbaiki. Warga diminta untuk kembali ke rumah masing-masing dan mengenai kerusakan dan lainnya akan dibicarakan keesokan harinya dengan berbagai pihak yang bersangkutan.
Akhirnya semua kembali ke rumah masing-masing meski masih ada rasa takut dan was-was. Alhamdulillah semua aman terkendali sampai pagi.
Bertetangga dengan pabrik Ajinomoto dampak negatifnya adalah suara mesin dan alat-alat para pekerja yang tiada henti dan terkadang sampai malam hari. Bau amoniak yang kerap tercium meski cuma beberapa menit saja dan itu terjadi hampir tiap hari.
Positifnya, lingkungan kami juga ramai dengan berbagai aktifitas ekonomi. Warung, kos-kosan, laundry, parkiran dan toko-toko yang bertebaran di sepanjang jalan. Kami juga mendapatkan bingkisan dari pabrik tiap menjelang lebaran.
Setelah bernegoisasi dengan berbagai pihak pada Insiden kedua ini pabrik memberikan kompensasi berupa uang sebesar 200.000 rupiah untuk warga yang berada sekitar 1 km dr pabrik. Setiap Kepala keluarga akan mendapatkannya.
Saat aku menyetorkan uang jajanan ke rumahnya Cak Jidin dia sedang membantu ibunya mengatur dagangannya.
"Gawe opo duwike seng teko pabrik?"
" Gawe tuku jajan iki", kataku sambil menunjukkan jajan yang terbuat dari singkong yang kami sebut kemplang kemudian tersenyum dan berlalu.
Saat itu harga beras masih 5000 an. Kalau dikonfersikan sekarang mungkin 200ribu jaman dulu sama dengan 1 jutaan sekarang.
Beberapa hari setelah itu, selepas solat isya' aku duduk-duduk di lantai teras rumah sepupuku. Cak jidin datang dan duduk di atas pembatas teras.
"Mene ayok mlaku-mlaku nang Mojokerto ambek ngejak arek cilik-cilik...!"
"Arek-arek gelem ta cak?"
"Njajal pean jak se..!"
Anak kecil-kecil yang sedang bermain dan menonoton tv di dalam rumah sepupuku itu pu…
Misteri Cinta
Malam yang mencekam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments