Beberapa bulan yang lalu kata yang sering terdengar di pondok putri ini adalah, 'BE'JIM'.
Krucil-krucil itu yang kadang berkejaran tiba-tiba berhenti dan bilang be'jim sambil menaruh ibu jarinya di depan bibir mereka.
Terkadang aku heran pada mbak-mbak yang ikut-ikutan latah. Tapi kemudian aku tahu mungkin itu di luar kesadaran mereka karena suatu saat ketika aku ngobrol dengan sahabatku aku tiba-tiba bilang "be'jim" . Aku kaget sendiri saat aku mendengar kalimat yang kuucapkan tanpa sadar itu.
Disini aku belajar mungkin seperti itulah cara belajar anak balita. Mereka akan mendengarkan apa yang dibicarakan oleh orang tuanya dan orang-orang yang ada di sekitarnya kemudian mengucapkannya tanpa sadar.
Aku tersadar dari lamunanku ketika sahabatku mbak Likah mengagetkanku dan kemudian duduk sambil menawarkan jajanan yang di bawanya.
"Melamun saja, ada apa mbak?" katanya.
Aku mengangkat pundakku sambil menarik napas dalam-dalam kemudian mengeluarkannya dengan bersuara.
"huf.... nggak ada apa-apa. Lagi liatin krucil-krucil kok seru banget ya. aku jadi pingin kembali ke masa SMP lagi" Jawabku.
Aku ikut mengambil jajannya mbak likah dan memakannya bersama. Karena hari semakin sore anak-anak semakin memenuhi area depan kamar mandi. Ketika aku melihat mbak Ziyah kakak kelas yang sekamar denganku berjalan ke kamar mandi sambil membawa handuk dan gayung yang berisi peralatan mandinya akupun memintanya untuk memberikan antrian padaku.
"Mbak ziyah antri!"kataku
" jeng kar e, An" kata mbak ziyah menjawabku.
Aku pun berjalan ke kamar mencari jeng Kar, ternyata jeng Kar sudah di antri Hajar, selanjutnya mbak Ira, mbak Leli hadeh.....
Akupun duduk di dekat mbak Likah lagi sambil mencoba mencari antrian mandi pada anak-anak kamar lain. Kamar mandi kami hanya berjumlah 14 sedangkan santriwatinya ada sekitar 100an. Jadi ya sepertu itulah keadaan kami kalau waktunya mandi.
Eetengah empat baru aku mendapat antrian dari Alifah anak MTS yang tinggal di kamar atas lantai dua. Jangan ditany…
Misteri Cinta
Latah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments