Saat kami sudah sampai di terminal padangan kami langsung disambut dengan teriakan kernet dari len yang berwarna kuning. Persis seperti yang digambarkan oleh Harjo.
" DAWAR BLANDONG DAWAR BLANDONG....!!!" teriak pak kernet sambil melambai-lambaikan tangannnya ke atas untuk mencari perhatian para pendatang
Kami pun mendekat kearah situ dan aku langsung mengamankan posisiku, tempat duduk paling depan di sebelah pak supir. Cukup lama kami menunggu di dalam situ karena penumpangnya belum penuh. Dawar adalah daerah hutan dan termasuk jauh dari kota. Mungkin itu sebabnya jarang ada orang yang menuju ke arah sana.
Sampai len coklat yang menuju ke arah terminal Mojokerto berulang kali berangkat dengan membawa banyak penumpang tapi len kuning yang menuju ke arah Dawar penumpangnya belum penuh-penuh juga.
Sampai siang barulah penumpangnya penuh sehingga kami bisa berangkat dengan peluh yang merembes di sela-sela baju dan membuat tubuh menjadi gerah.
Kami diturunkan di gerbang Dawar. Sepanjang mata memandang hanya ada sawah dikiri dan kanan jalan yang membentang sangat luas. Tak terlihat rumah penduduk maupun orang yang lalu lalang. Sepi dengan hawa panas yang sangat menyengat.
ndesit kesit-kesit....
"Kumariblek...!!!!.."
Kami menyebut plesetan nama mbak Kum berkali-kali karena harus melewati rintangan yang tak mudah untuk bisa sampai ke rumahnya.
"duk uduk uduk uduk uduk uduk uduk uduk uduk....." suara truk yang kelebihan beban berjalan sangat lamban di belakang kami.
" barenga barenga?" tanyaku meminta pendapat pada Jeng kar dan yang lainnya.
" Yok gak amot talah" kata jeng kar
" Pegel jeng.... "
"Kabeh yo pegel yok opo kate?" jeng Kar jadi ikut sewot mendengar keluhanku.
Truk itu pun akhirnya semakin dekat dengan kami kemudian kernetnya bertanya,
"Kajange nang ndi?"
" Jangglot"
"oooh nek wes tutuk enggok-enggokan iku sampean menggok dalane rodok adem rodok cidek. Nang omahe sopo se?"
" Mbak kum, tepang ta?"
" Ooh seng mondok nang Brangkal iku ta?"
"Enggeh.."
"Enggeh bener s…
Misteri Cinta
Jangglot
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments