.
.
.
Cak Imron..... setiap malam sebelum tidur nama itu menggema di telingaku sejak ibuku mengutarakan tentang lamarannya di kamar mandi kala itu. Setelah seharian aku beraktifitas dan berkutat di dapur barulah malam harinya setelah solat isyak nama itu seakan berputar-putar lagi di kepalaku.
Rasanya aku ingin menceritakannya pada salah satu temanku agar aku tak dilanda kegelisahan yang menegangkan saat memikirkannya.
Aku mencoba mengingat wajahnya , berapa kali aku bertemu dengannya. Ibunya adalah kakaknya bapakku. Dengan kata lain dia adalah kakak sepupu ku. Karena itu sewaktu aku masih kecil bapak sering mengajak aku dan kedua adikku untuk menginap di rumahnya ketika hari Sabtu malam Minggu. Kami sangat senang karena kami tidur di kamar tidur susun yang bagian atas. Tapi setelah kuingat-ingat lagi aku tak pernah melihat wajahnya atau bertemu dengannya kala itu.
Aku juga sering datang kerumahnya untuk mengantar makanan ketika mau puasa atau mau lebaran, kami menyebutnya megengan. Tapi dia tak pernah kelihatan hanya kakak-kakaknya yang menyambutku. Cak Hanafi atau cak Hambali biasanya yang menyapaku dengan ramah. Kalau aku ke sana bisa dipastikan aku tak bisa langsung pulang karena aku akan dipaksa untuk makan terlebih dahulu.
"Ayo dek santap!"
"ayo dek sikat ae"
"Ayo dek gak usah isin-isin!"
Cak fi dan Cak Mbali sangat ramah dengan kami. Terutama Cak Hambali yang biasanya kami panggil Cak Mbali selalu bersemangat saat menyuruh kami makan di rumahnya.
Rasanya sangat canggung ketika kami berada di rumah itu karena semua orang bersemangat menyambut tamu terutama saudara-saudaranya seperti kami. Karenanya kalau mau ater-ater ke rumah budeku yang satu itu aku dan adik-adikku pasti rebutan tidak mau. Keluarganya terlalu baik menurut kami, membuat kami merasa sungkan dan malu.
Oh ya aku ingat , aku melihatnya saat cak Hanafi menikah dan aku ikut mbiodo /rewang /berkumpul untuk membantu keluarga pengantin dalam menyelenggarakan pesta.
Waktu itu ia keluar dari kamar den…
Misteri Cinta
setelah lamaran
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments