Begitu baunya sampai di hidungku, akupun tak bisa menolak untuk tidak makan. Mood boster pokoknya.
Setelah aku selesai makan, obat sudah disediakan oleh mak jah di samping gelas yang berisi air putih.
"Ndang di ombe obate lo yo" kata mak jah sambil pergi ke depan, mungkin ke teras.
Akupun menuruti perintahnya. Aku minum air tapi ku tahan di rongga mulut kemudian ku masukkan obat ke dalam mulutku dan ku telan dengan segenap upaya tapi obat itu tersangkut di pangkal lidahku. Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa aku hanya sedang menelan air. Tapi tak berhasil juga, obat itu tak mau masuk ke dalam perut dan masih bergentayangan didalam mulut.
Rasa pahit yang menguasai lidahku membuat perutku mual sehingga memaksaku untuk berlari menuju ke belakang dan memuntahkannya di area sumur. Tempat kami menimba air , tempat mencuci pakaian juga peralatan masak kami.
"huwwek....." aku membungkukkan tubuhku ke bawah di dekat kran, tempat yang biasanya kami pakai untuk wudlu. Bukan hanya obat yang keluar tapi juga makanan yang baru saja kumakan ikut keluar dengan bau yang bercampur-campur antara bau anyir juga pahit.
Ku buka krannya agar muntahanku terbawa arus masuk ke dalam selokan.
Aku kembali ke kamar dengan terseok-seok. Lemas sekali tubuhku.
Mak jah dan mbah Bardi berada di depan saat aku muntah sehingga mereka mengira bahwa aku sudah meminum obatnya.
Sampai beberapa hari mereka tidak mengetahui kalau aku tidak pernah meminum obatnya. Saat mereka menyuruhku minum obat aku hanya diam saja tak menjawab. Dan kalau mereka bertanya apa obatnya sudah kuminum aku berbohong dengan menjawab iya. Padahal aku menyembunyikan obatnya di bawah bantal.
Sehari sekali mak jah memberiku minuman herbal daun pepaya yang diambil dari daun pepaya yang ditumbuk kemudian ditambah sedikit air, kemudian diperas. Jangan tanyakan bau dan rasanya. Sungguh terlalu nggak enak di hidung maupun di mulut.
Tapi aku masih bisa meminumnya.
Hari berlalu sampai satu minggu lebih tapi keadaanku tidak banyak berubah. H…
Misteri Cinta
mood
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments