Hari itu hari Sabtu tanggal 29 Februari 2004 bertepatan dengan tanggal 9 Muharram. Sekitar jam 11 siang perutku terasa mulas dan aku berkali kali ke kamar mandi karena kebelet pipas pipis. Semakin lama semakin sering. Karena capek bolak balik dari kamar lalu ke kamar mandi aku pun jongkok di WC agar air seniku keluar dalam jumlah yang banyak dan tidak lagi riwa riwi nang jeding.
Perutku mulas dan jeda waktunya semakin lama semakin dekat. Dari yang asal mulanya seperempat jam sekali menjadi sepuluh menit sekali kemudian menjadi lima menit sekali. Rasanya sungguh sakit sekali. Dan ketika aku pipis lagi ada darah yang keluar dari jalan lahirku .
Setelah kembali ke kamar aku mengerang kesakitan sambil membolak-balikkan badanku diatas tempat tidur dengan perut yang besar seperti gendang.
Rasanya aku tak tahan, seperti mau melahirkan tapi suamiku belum juga pulang. Ia pergi ke pondoknya karena ada haul disana. Sebenarnya bisa saja aku meminta tolong kepada ibuku untuk mengantar ku pergi ke rumah bidan tapi aku tak mau merepotkan kedua orang tuaku. Aku bertekad tidak akan memberitahu orang tuaku maupun mertuaku saat aku akan melahirkan. Aku hanya akan memberi kabar gembira setelah bayinya keluar. Karena hal itu aku menahan sakit ku sendiri.
Rasa sakit ketika mau melahirkan itu seperti bertaruh nyawa. Pinggang, pinggul, perut rasanya seperti ditusuk-tusuk. Miring ke kiri sakit, miring ke kanan sakit, tidur terlentang juga berat. haah pokoknya seperti nyawa seakan -akan mau lepas dari tempatnya.
Sekitar jam setengah satu suamiku datang dan aku yang kesakitan masih saja bisa memarahinya dan memintanya untuk segera mengantarku ke bidan yang rumahnya kira-kira 5 meter dari rumah kecil kami.
Disana aku langsung diperiksa oleh Bu bidan Sri Sabari. Katanya sudah bukaan delapan.
"Kalau kuat dipakai jalan-jalan kalau nggak kuat tidur miring saja !" begitu kata Bu bidan.
Aku meminta suamiku untuk menemaniku jalan-jalan di teras rumah Bu bidan. Sakit sekali rasanya tapi aku ingin pers…
Misteri Cinta
Draft
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments