Pagi itu aku belum siap saat cak Harjo menjemputku. Ia sudah menungguku di ruang tamu dan aku baru saja menyelesaikan sarapanku.
Teman-teman resekku pada menggodaku. Cuih.... dasar teman-teman kurang ajar, bisa-bisanya menjerumuskan ku untuk pulang berduaan dengan Harjo. Tapi aku bersyukur juga sih... karena aku nggak harus naik Len, jadi kali ini perutku aman terkendali bebas dari bau mobil yang ,., uwek..... membayangkannya saja aku langsung mual.
Aku pun berpamitan pada ibunya mbak Kum dan menyalami teman-teman ku sambil membawa kresek berisi pembalut. Aku bahkan sama sekali nggak bawa ganti baju. Nggak tau bagaimana bau badanku saat itu.
" ati-ati!"
"gecolan seng rapet!"
"prett....." jawabku
Aku pun mendatangi cak Harjo dan diberi helm olehnya.
" lewat mana ini enaknya?" tanyanya masih sambil berdiri di samping sepeda motor supranya.
" Sak kerso kulo mboten semerap dalane"
"lintang *** mawon nggeh?"
"nggeh...."
" pean ndamel jaket kulo a?"
"mboten..."
" Niki tak salape mriki!" katanya sambil meminta kresek yang kubawa agar ditaruh di cantolan di bawah stang sepeda motornya.
"Mboten usah...." jawabku. Aku malulah kalau ketahuan isinya ternyata pembalut. Tapi dia menariknya dari tanganku dan menaruhnya di cantolan sepedanya.
"Ehem...ehem..." Kumariblek meledekku
Aku mengerucutkan bibir ku sambil naik ke atas sepeda motornya dan kamipun berangkat. Udara pagi itu dingin sekali apalagi kami melewati pegunungan dan lembah. sebenarnya cak Harjo menawariku jaketnya lagi tapi aku menolaknya. Malulah pakai baju cowok.
Harusnya tadi aku terima jaketnya kalau tahu hawanya dingin kayak gini, batinku.
Kresek ku yang ada di cantolan bergerak ke kanan dan ke kiri dengan riangnya karena angin yang berhembus cukup kencang. Beberapa kali dia menahannya agar tidak jatuh tapi aku diam saja tak hendak memintanya.
Dari awal berangkat dia mencoba bertanya banyak hal padaku. Herman....ada saja tema untuk mengajakku berbicara.
Di atas jalan setapak dia berhenti. Kemudian memberikan krese…
Misteri Cinta
Boncengan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments