"lhoh... Jo pean kok Ten mriki?" cak imam kaget ketika melihat cak harjo ada di pondok
"Niku wau anu, nopo.... niku...anu.,...." ia tergagap tak bisa menjawab. cak imam menatapnya dengan senyum dikulum dan malah semakin ingin menggodanya.
Aku juga melihatnya sambil menahan tawa sama sekali tak berniat untuk membantunya. Kemudian aku masuk ke dalam pondok untuk memanggil mbak Ima dan kami ke kantor putri bersama-sama.
Kami berbincang-bincang agak lama dan sama sekali tak membahas tentang aku dan harjo. Aku juga mengatakan pada cak imam kalau mbak kum sepertinya tak tertarik padanya. Aku mencoba mengatakannya dengan hati-hati agar cak imam tak malu dan tak berkecil hati. Meskipun dia pasti sedikit kecewa. berkali-kali di tolak cewek membuatnya lebih ikhlas menerima kenyataan. berarti belum jodoh begitu katanya.
Akhirnya mereka pamit pulang. berangkat sendiri-sendiri tapi pulang bersama-sama.
Mbak Ima langsung masuk ke pondok setelah mereka berpamitan, sedangkan aku masih duduk di situ sambil merenungi perkataan ku tadi. kenapa aku langsung menjawab seperti itu padahal aku tidak punya niat untuk mondok sampai 5 tahun lagi, aku cuma ingin ngabdi selama satu tahun setelah aku lulus nanti
Tiba-tiba cak harjo masuk lagi dan itu membuatku kaget sampai-sampai aku hanya diam mematung saja
" kulo rantos nggeh...." katanya sambil menatapku dan menunggu jawabanku.
aku yang mendapatkan tembakan mendadak seperti itu langsung blank kepalaku. spontan saja aku menjawab,"mboten....pon dienteni nggeh!" jawabku ringan karena selama ini aku tidak merasakan debar-debar yang menggelitik saat bersamanya. memang seringkali aku, mbak kum dan jeng kar membicarakannya tapi yah cuma sekedar have fun saja karena menurutku dia terlalu banyak bicara dan sepertinya juga agak pelit. Beberapa kali dia datang ke pondok tapi tak pernah membawa apa-apa. nglentung tung
Ia langsung keluar dari kantor dengan raut muka kecewa. Saat dia sudah berjalan beberapa langkah aku berdiri di pintu dan berkata padanya,…
Misteri Cinta
ketahuan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments