Aku kedepan, keruang tamu untuk meminta berfoto dengan ke empat adik-adikku dan pamanku, aba Yahya. Ada suamiku disitu tapi aku melewatinya begitu saja. Para tamu yang masih ada disitu menggodanya agar ia ikut berdiri di sampingku dan berfoto bersama tapi dia tak menanggapinya aku pun masih terlalu canggung jika harus mengajaknya ikut serta. Aku merasa sepertinya akulah yang lebih menyukainya sedang ia, entah bagaimana perasaannya kepadaku.
Tamu-tamu masih saja berdatangan meski hari sudah malam dan gerimis tak kunjung berhenti. Akupun ikut menyalami para tamu di ruang tengah karena di ruang tamu para tamu pria dan beberapa tetangga sedang asyik njagong dan mungkin saja akan melekan. Tradisi lama yang masih dilestarikan oleh warga desaku. jika ada orang yang punya hajat mereka akan ngobrol sepanjang malam disitu.
"Iki ta kemantene?" (Inikah pengantinnya ?)
Mereka menyapaku seperti itu dan entah kenapa itu membuatku tersenyum dan bahagia. Ada juga yang sebagian menggodaku seperti ini
"Seneng ngene iki kemantene. Udan-udan, hawane adem, enak" (Pengantinnya suka yang kayak gini. Hujan-hujanan, hawanya dingin, enak)
Diihh apaan cobak, emangnya mau ngapain? Aku kan masih polos belum tau apa-apa. Ehe
Salah seorang cowok yang sudah berumur tapi masih perjaka yang biasa kami panggil Cak Mat berkata kepada ibuku, "Jidin tak jak rewang mrene lho gak gelem....bek" (Jidin ku ajak membantu di sini lho nggak mau)
"Babah gak gelem yo wis . Sampean ae rewangono nang kene" (Biar saja nggak mau ya sudah. Kamu saja yang bantu-bantu di sini) Jawab ibuku.
Meski aku sudah tak ada rasa lagi tapi mendengar namanya disebut hatiku seakan mencelos. Aku bisa memahami perasaannya. Pasti dia tidak nyaman kalau harus kemari. Bagaimanapun kami pernah punya rasa yang sama. Semoga saja dia sudah tak ada hati padaku. Sama seperti ku
Ibuku kemudian bercerita jika ibunya cak Jidin mendatangi ibuku ketika berita tentang pernikahanku sudah tersebar di daerahku saat aku masih berada di pondok beberapa s…
Misteri Cinta
drama
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments