Mbah Bardi sedari kecil tidak mendapatkan ilmu agama yang mumpuni, berbeda dengan mak Jah yang latar belakang keluarganya adalah orang-orang yang dekat dengan para kyai. Meski begitu mbah selalu menjadi kebanggaan kami.
Obrolan kami melantur kemana-mana sampai berujung ngrasani wong-membicarakan aib orang lain. Mbah paling tidak suka kalau mak Jah ngrasani dan beliau pasti marah, "wes mandek-mandek. awakmu iku ngerti ngaji tapi ngrasani wong ae Jah... Jah"
"ALLOHUMMASHILLI ALA.... MUHAMMAD"teriak mak jah menanggapi ucapannya mbah
"Allohumma sholli wasallim alaih..... " jawab kami yang mendengar nama nabi disebut.
"Wes buyar-buyar...!" kataku. Kemudian kamipun bubar agar emosi mereka sama-sama menghilang tergerus waktu.
.
.
Hari itu hujan turun sangat deras dari malam sampai siang hari hingga membuat rumah-rumah di daerah situ tergenang banjir. Termasuk dapurnya mak jah yang tempatnya dibelakang dan lebih rendah dari ruangan bagian depan, juga ikut tergenang air. Seingatku hanya sekali itu saja kami mengalaminya.
Begitu hujan reda kami bekerja bersama mengeluarkan air dari dapur yang tingginya hampir selututku. Kami menggunakan ember dan timba untuk mengurasnya agar air tidak sampai masuk ke dalam rumah.
Aku, mak jah, ibuku dan dua orang yang ngekos di rumah yang dulu ditempati ibuku bekerja bersama menguras air dan membuangnya ke arah selokan
Ibu dan mak Jah berada di luar pintu dapur. disitu terdapat sumur dan disitu biasanya kami gunakan untuk mencuci. sedangkan posisiku berdiri membelakangi mereka, seorang anak lelaki yang mungkin tiga tahun lebih muda dariku dan ibunya. Aku terus saja menguras air dengan bersemangat agar airnya cepat surut dan dapur bisa digunakan seperti biasanya.
byur.... byur..... byur.... byur.....
Tangan-tangan kami berlomba menciduk air sebanyak-banyaknya kemudian mengarahkannya ke luar ke arah selokan.
Tiba-tiba si ibu yang biasa kami panggil mbak min itu tiba-tiba memintaku untuk berpindah tempat.
"pean ndek wingkeng kulo mawon mbak" kat…
Misteri Cinta
banjir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments