Setelah selesai foto-foto di ruang tamu dengan kerabat dan memamerkan buku nikah, kami disuruh untuk masuk kamar. Cak Im masuk duluan dan aku mengggikutinya dari belakang. Setelah pintu ku tutup aku bingung harus ngapain, canggung rasanya. Itu pertama kalinya berduaan dengan seorang pria didalam kamar.
Tiba-tiba saja aku memeluknya dari belakang. Entah mendapatkan keberanian dari mana sampai aku bisa berbuat seperti itu. Aku hanya ingin menyerahkan diriku yang sudah kujaga sedemikian rupa untuk suamiku . Aku menikmati rasanya bersandar dipunggung pria yang sudah menjadi suamiku itu beberapa saat. Ia tak bereaksi sama sekali membuatku malu setengah mati. Aku pun segera melepaskannya karena tak mendapatkan respon darinya.
Seseorang yang sedari tadi mendokumentasikan pernikahan kami tiba-tiba menyelonong masuk ke dalam kamar kami," sek sek ojok gupuh ayok foto disek!"katanya (Sebentar sebentar jangan buru-buru dulu. Ayo foto dulu...!)
Mendengar godaan cak Syafiq aku merasa malu dan segera membuang muka.
Kami duduk di atas kasur dan bersandar di tembok hanya duduk bersebelahan saja. Cak Syafiq sudah siap mau membidikkan kameranya ke arah kami tanpa memberi kami arahan harus bergaya bagaimana.
Karena suamiku nggak ada inisiatif untuk bergaya aku lagi-lagi dengan tak tahu malunya langsung menggamit lengannya. Aku tak mau melihat foto pernikahanku nanti terlalu biasa seperti itu aku ingin terlihat sedikit romantis. Cak Syafiq yang sudah siap membidik kameranya tersenyum melihat ke arahku barulah kemudian menjepret kameranya. Sebenarnya aku malu karena aku terlihat lebih agresif tapi bukankah kami sudah suami istri yang artinya kami boleh melakukan yang lebih dari ini.
Cekrek
Aku pun melepaskan tanganku dari lengan suamiku yang pendiam itu.
"pisan kas" (Satu kali lagi) kata cak Syafiq
Cak Im kemudian menarik lengan kanannya dan merangkul pundakku. kamipun tersenyum bahagia pada jepretan yang kedua.
"pon pean totokno" (Sudah silahkan dilanjutkan) kata cak Syafiq meninggal…
Misteri Cinta
foto
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments