Dia pernah di sukai oleh cowok penjual bakso. Pernah suatu saat setelah diniyah mereka bertemu dan berbincang di gapura belakang pondok yang berpagar besi sebagai pembatas. Mereka berbincang dengan malu-malu karena banyak anak yang menggoda dan meledek mereka.
Beberapa santri krucil-krucil yang berniat membeli bakso jadi lupa dengan niat mereka. Justru mereka melihat adegan live antara mamang bakso dan mbak santri yang saling menggoda dan terlihat lucu sekali.
Sesampainya di pondok mbak Nurin langsung tidur dan menutupi seluruh badannya dengan selimut sambil mengatakan badannya menggigil. Kami tak percaya kemudian memegang tangan dan keningnya ternyata memang benar badannya sangat dingin, dia betulan menggigil.
Jeng Kar, sahabatku yang dulu pernah satu pondok dengan mbak Nurin di pondoknya semasa MTS dulu mengatakan kalau mbak Nurin itu setiap kali berdekatan dengan cowok badannya pasti menggigil dan ternyata itu benar adanya.
Saat itu pun sama, ia mengatakan menyukai syifak dan badannya pun mendadak jadi dingin. Tiap hari hanya itu saja yang dikatakannya. Kami yang mendengarnya cuma tersenyum melihat tingkah konyolnya.
Kami semua sibuk belajar karena sedang ulangan catur wulan ke 3 untuk kenaikan kelas. Mbak Nurin malah santai sambil berfantasi.
.
.
.
Pagi-pagi ketika kami sampai di sekolahan hal pertama yang harus kami lakukan adalah mencari tempat duduk kami.
Seperti biasa saat ulangan tempat duduk kami akan acak. Aku yang anak kelas A ternyata mendapatkan tempat duduk dengan anak kelas C dan mbak Nurin salah satunya.
Saat ulangan, anak-anak di kelas itu bukannya mereka mengerjakan soal ulangan malah sibuk memanggil temannya dari A-z. Aku sendiri mengerjakannya dengan santai. Yang ku tahu jawabannya ku jawab, yang tidak tahu jawabannya tak kosongi begitu saja. Aku ingin jadi murid yang jujur seperti kata pak Zein, meskipun aku tak tergolong anak pandai di kelas.
"Mbak Aini, mbak! no 11 ya!" mereka memanggilku dengan suara yang dipelankan ketika guru yang menunggu…
Misteri Cinta
Nurin Saayyidah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments