"Kaleh kulo mawon wak Mat" kata cak Jidin sambil mengangkat pinggang dan kakiku sedangkan bapakku mengangkat bagian kepala dan punggungku.
Cak jidin bukan mahromku tapi dia menggendongku. Aku meringis dalam hati, merasa buruk dengan keadaan yang sedang terjadi. Ingin sekali aku bangun dan berjalan sendiri tapi aku tak berdaya. hiks hiks....
Mereka kemudian meletakkan tubuhku diatas tempat tidur di rumah pak dhe ku dengan pelan kemudian mereka keluar membiarkan aku sendiri di dalam kamar itu.
Suasana masih terasa riuh di rumah pak dhe. Sepertinya mereka membicarakan kronologisnya penyakitku. Samar-samar aku mendengarnya tapi tak lama kemudian aku terlelap dan tak ingat apa-apa.
Entah itu mimpi atau nyata aku merasa cak Jidin berdiri di pintu dan memandangiku beberapa saat kemudian masuk ke kamar dan berjongkok sambil terus menatapku tanpa kata.
Tak lama kemudian bapak masuk kekamar yang sedang kutempati seperti memantau cak Jidin, mungkin bapak khawatir terjadi sesuatu pada kami.
Cak jidin pun beranjak berdiri dan pergi. Aku sempat melihat wajahnya, terlihat sedih dan sedikit kacau.
Mungkin setelah lama tak terdengar kabar tentangku kemudian aku tiba-tiba pulang dalam keadaan yang cukup parah membuatnya terlihat syok karena sepertinya dia masih menyimpan perasaan padaku.
.
Mungkin sekitar jam 8 malam aku terbangun kembali karena ada kehebohan lagi. Aku yakin itu suara mak jah, dia pasti khawatir tentangku.
Dengan suaranya yang berapi-api ia memaksakan kehendaknya untuk membawaku pulang ke rumahnya.
Bahkan mak Jah sudah memanggil tukang becak untuk membawaku pulang.
Meski uwak ku, bapak dan ibuku juga sudah berusaha meyakinkannya supaya membawaku pulang besok pagi saja agar agak mendingan tapi mak Jah tetap pada keputusannya. Tak ada yang bisa mencegah keinginannya mak Jah yang sudah final itu dan tak bisa di ganggu gugat.
Alhasil malam itu juga aku dibawa ke rumah mbah dengan naik becak.
Aku bersyukur karena dirawat dirumah mbah. Meskipun mak Jah sangat rewel tapi…
Misteri Cinta
Rawon
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments