H-1

Sebelum hari H ada seorang temanku yang datang ke rumah. Sebut saja namanya Baba. Ia adalah teman sekolah Aliyah. Rumahnya berada di sekitar pondok dan dia sekolahnya satu almamater dengan ku. Bahkan pernah duduk satu meja dulu.

Kami menyebutnya arek kampung karena mereka anak-anak yang berdomisili di sekitar pondok dan hanya sekolah saja disana tidak ikut diniyah.

Awalnya aku bingung kenapa dia datang padahal teman-teman sekolah tidak ada yang ku undang. Apalagi kami juga lama tidak pernah berkomunikasi. Handphone pada masa itu masih belum ada.

Baba yang membawa dua tas membuatku sedikit curiga dan akhirnya dia bercerita kalau dia kabur dari rumah karena orang tuanya menjodohkan dia dengan seseorang yang tidak disukainya. Berbekal alamat dari buku memory dia pergi ke rumahku dan sudah beberapa rumah teman kami.

Aku sedikit khawatir karena esok aku akan menikah dan kini menampung anak yang sedang kabur dari rumah. Takut saja kalau-kalau orang tuanya datang dan marah-marah padahal sedang banyak tamu dan para tetangga di rumahku. Apa kabar dunia?

Untungnya dia tak lama karena memang semua orang sedang sibuk di rumahku. Memasak dan mempersiapkan yang lainnya untuk acara sakral yang digelar esok hari. Seingatku Baba cuma ikut membantu madahi jajan madu mongso waktu itu. Sorenya ia berpamitan pada ibuku dan rencananya mau ke rumah teman yang lainnya lagi. Aku tak mencegahnya justru bersyukur karena takut kena masalah padahal besok sudah hari H.

.

.

.

Keesokan harinya aku masih ikut membantu madahi jajan di ruang tengah karena tidak diperbolehkan membantu di dapur. Takut kena sawan katanya orang-orang. Aku hanya membantu sebentar saja kemudian lebih banyak menyalami tamu yang tak henti datang. Selebihnya aku beristirahat di dalam kamar karena malamnya aku akan menjadi pusat perhatian semua orang jadi jangan sampai kelelahan. Bukannya tak mau menemui tamu tapi aku punya darah rendah dan mudah kecapekan.

Tidak ada konsep pernikahan. Hanya akad nikah saja. Melalui adiknya…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

bung@ter@t@i

bung@ter@t@i

maaf kak green menurut ku jgn terlalu banyak bahasa jawanya kan yg baca beda beda suku kak ,klo gak pake aartian hehehe maaf ad masukan dikit klo boleh

2023-02-12

1

Hafidz Rivandra

Hafidz Rivandra

Hadeuuuh ga ngerti htor

2023-02-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!