Setelah dua minggu lebih aku berada di rumah, kondisiku sudah sangat membaik. Aku sudah bisa beraktifitas seperti biasa meskipun tubuhku masih terasa sedikit lemas.
Aku sudah memutuskan untuk kembali ke pondok hari Minggu dan semua keperluanku pun sudah dipersiapkan dengan baik.
Pagi harinya ibu cak Jidin datang menjengukku. Beliau mungkin tahu kalau aku akan kembali ke pondok hari itu, dan memberiku oleh-oleh buah mangga kesukaanku. Aku senang, terlebih lagi karena cak jidin tidak ikut. Pasti akan sangat canggung kalau bertemu dengannya dan ibunya sekaligus. Terlihat sekali kalau ibu cak Jidin itu menyangiku.
Aku berpamitan pada seluruh keluargaku dan mereka tak berhenti mendoakanku dengan tulus ikhlas.
.
.
Sesampainya aku di pondok, aku langsung sowan pada bu nyai. Bu nyai pun menyambutku dengan senyum bahagia.
" Tiba e sakit apa?"
"Mboten buk"
"Arek-arek iku kangen mulih ae sampe loro koyok ngunu!" kata bu nyai sewot seperti biasanya.
Aku tidak mengatakan kalau aku sakit radang paru-paru pada bu nyai, nggak enak aja kalau mengatakan yang sejujurnya.
"Yo wes ndang melbu!" kata bu nyai padaku.
Aku salim lagi sambil mencium punggung tangan beliau untuk berpamitan masuk ke dalam pondok.
Di pondok teman-temanku menyambutku dengan bahagia. Mereka ramai menyambutku. Hal ini membuatku terharu karena aku adalah orang yang sering menyendiri dan kurang ramah pada seluruh anak-anak pondok. Tapi mereka menyambutku dengan antusias dan wajah yang bahagia.
"Lho mbak Aini sudah balik....?"
"Sudah sembuh ta mbak?"
" Wajah pean masih sedikit pucat mbak!"
"Pean sakit apa mbak?"
"Mbak Aini....! kangen...!"
Mereka menyerangku dengan pertanyaan yang bertubi-tubi. Dan aku hanya menjawab beberapa pertanyaan dari mereka sambil tersenyum.
.
.
Keesokan harinya adalah Hari senin. Aku masuk sekolah setelah libur panjangku. Teman-teman sekelasku memberiku roti. Mereka mengatakan bahwa kemarin saat aku kembali ke pondok, beberapa teman dan wali kelasku datang ke rumahku untuk menjenguk karena…
Misteri Cinta
sisipan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments