Ini part paling menjengkelkan dalam hidupku. Rasanya jika aku disuruh mengulang kehidupan lagi aku akan memilih meloncatinya atau meniadakannya saja. Rasanya sungguh memalukan menceritakan tentang part ini, harga diriku serasa terinjak-injak karena kebodohanku sendiri tapi ya mau bagaimana lagi itu adalah satu kepingan kisah yang pernah terjadi padaku. Dan inilah kisahku
.
.
.
Pagi itu hari Minggu, tanpa pemberitahuan sebelumnya kami disuruh pulang sebentar untuk nyoblos anggota DPD karena usia kami, aku dan Mbak Ima sudah 17 tahun.
Sudah ada yang menunggu untuk mengantar jemput kami. Cak Imam dan Cak Harjo. mereka meminta izin untuk mengajak kami pulang dan akan langsung mengembalikan kami lagi ke pondok setelah selesai mencoblos.
Cak imam dan Cak Harjo sudah menunggu kami di depan gerbang bukan di kantor . Aku berjalan beriringan dengan mbak Ima menuju ke arah mereka sambil bertengkar kecil
"mbak aku seng bareng cak imam ya?" kataku
"Moh enake. pean barenga cak harjo" mbak Ima menjawab ku sewot
aku sedikit gusar setelah beberapa peristiwa yang sudah terjadi. Cak harjo nampak sewot tak mengacuhkan ku. Aku yang sudah kalah tentu saja mau tak mau harus bonceng ke cak harjo yang memasang mode jutek seolah tak mengenalku
Aku pun menuju sepedanya cak harjo karena tak punya pilihan lain. Ia mengangsurkan helm yang dibawanya kepadaku tanpa sepatah kata pun. Aku pun langsung mengenakannya dan naik di belakangnya dengan memberi jarak antara aku dan dia agar tak sampai menempel meski ada tanjakan saat di perjalanan nanti. Kupegang erat-erat besi di jok belakang agar tubuhku bisa seimbang.
selama di perjalanan kami diam seribu bahasa, tak ada yang saling mengeluarkan suara. Mungkin dia masih marah dengan penolakan ku atau mungkin dia punya alasan lain yang tidak ku tahu.
Sebelum jembatan aku tak sengaja melihat seorang pemuda naik sepeda ontel dengan seorang gadis kecil di boncengannya yang menautkan lengannya di perut si pemuda.
itu.... itu.......... itu
Cak jidin dan cewek…
Misteri Cinta
Hujan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments