Saat ini hari sudah malam hari. Suara burung hantu dan jangkrik terdengar menggema didalam hutan. Rembulan bersinar terang memancarkan seluruh cahayanya ke bumi. Bintang-bintang bertaburan diatas cakrawala.
Seperti biasanya, setelah seharian Cakra Buana berlatih, maka malamnya dia pasti akan diberikan wejangan-wejangan tentang kehidupan oleh ki Wayang.
Selama ki Wayang Rupa Sukma Saketi memberikan wejangan, maka Cakra Buana takkan mau bicara. Dia diam seribu bahasa hingga kakek tua itu selesai dalam bicaranya.
Setelah selesai, barulah Cakra Buana mau berbicara kembali. Akan tetapi belum sempat Cakra Buana angkat suara, ki Wayang sudah memotongnya kembali.
"Cucuku Cakra Buana, waktu yang dinantikan telah tiba. Besok kau harus turun gunung. Kau harus mengamalkan apa yang kau dapatkan selama disini," kata ki Wayang dengan serius.
"Ah … ta-tapi eyang guru. Aku baru saja berguru padamu dua tahun. Lagi pula, kalau aku turun gunung, berarti disini tidak ada yang menemanimu lagi. Tidak ada yang membuat kopi hitam dan singkong rebus lagi," ucap Cakra Buana sedikit meragu.
"Kau jangan bodoh cucuku. Untuk apa gunanya kau belajar bertahun-tahun dan menyiksa dirimu bertahun-tahun pula, tapi kau tidak mengamalkan apa yang kau dapatkan itu? Ingat cucuku, ilmu yang baik adalah ilmu yang bermanfaat untuk orang lain. Jika kau tidak bisa mengamalkan ilmu itu kepada orang lain, maka jangan pernah menyebut hebat pada dirimu. Salahsatu orang hebat adalah dia yang mengamalkan ilmunya," kata ki Wayang memberikan penjelasan kepada Cakra Buana, dia berhenti sebentar.
Lanjutnya, "Ingat, tujuanmu kesini untuk apa? Aku sudah biasa hidup sendiri. Jadi jangan kau pikirkan aku, wujudkanlah mimpi semua orang. Sekarang keadaanmu sangat dibutuhkan,"
Mendengar semua ucapan eyang gurunya, lagi-lagi Cakra Buana tidak bisa menjawab sama sekali. Gurunya benar, dia harus mewujudkan mimpi para pendekar yang berjiwa ksatria untuk menyatukan tatar Pasundan.
"Semua yang dikatakan eyang memang benar. M…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Kondisi Tatar Pasundan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
arfan
436
2021-06-17
0
@elang_raihan.Nr☕+🚬🐅🗡🐫🍌
Ngopi deui kang
2021-03-23
0
Erna Sukma
Deg.. Deg.. Deg... Apa y
2021-02-21
0