"Tentu saja benar. Untuk apa aku berbohong? Kau pun tahu bukan siapa kami?" Gada Maut mulai naik darah. Ucapannya tanpa sadar sedikit meninggi.
"Tapi matamu mengatakan bahwa kau berbohong. Dan gerak bahumu, mengatakan juga begitu. Hemm … aku jadi ragu," ucap Gagak Bodas.
Baik Gada Maut maupun dua rekannya langsung terdiam. Ketiganya kehabisan kata-kata. Sebab mereka tahu siapa yang sedang dihadapi saat ini.
Gagak Bodas!
Seorang tokoh tua yang terkenal dengan kecerdikan dan terkenal karena pintar memancing emosi lawan.
"Sudahlah. Aku tanya sekarang, apakah kau mau menghindar atau tetap melindungi dua pencuri itu?" kakek tua si Bambu Hijau sudah tidak sabar. Darahnya terasa panas.
"Kalau aku bilang akan tetap melindungi dua orang yang kau sebut pencuri, lantas kau mau apa?" tanya Gagak Bodas menantang.
"Maka terpaksa aku akan memaksamu untuk menghindar," si Bambu Hijau semakin naik darah. Pusaka Bambu Hijau miliknya sudah di genggam erat. Tanda ia siap menyerang lawan kapan saja.
"Apakah kau yakin bisa membuatku menghindar?"
"*******. Banyak mulut kau orang tua …" kata Golok Pembelah Kepala yang sudah tidak tahan menahan emosinya.
Selesai berkata demikian, ia maju menyerang mendahului dua rekannya. Golok yang terkenal akan ketajamannya, ia sabetkan dari sisi kanan ke sisi kiri mengingat perut Gagak Bodas.
Kakek tua itu hanya tersenyum simpul. Begitu golok sudah dekat, ia mengangkat tongkat bututnya untuk menahan sabetan golok tersebut.
"Trangg …"
Golok dan tongkat berbenturan. Tapi anehnya, tongkat butut milik Gagak Bodas tidak patah. Bahkan tongkat itu terasa keras bagaikan sebuah baja.
Tanpa menunggu lama, Gagak Bodas menghentakkan tongkatnya sehingga golok lawan terpental kembali.
"Kalian masih mau mencoba?" Gagak Bodas mengejek sedikit lawannya.
"Setan alas …"
"Wuttt …"
Cahaya hijau terlihat berkilat saat si Bambu Hijau menyerang secara tiba-tiba. Benturan seperti dua logam terdengar kembali. Tapi kali ini hanya sebentar, sebab si Bambu Hijau langsung menarik kemb…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Kembali ke Kerajaan Tunggilis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
arfan
381
2021-06-19
0
Yadi Kusmayadi
betul pangeran, kita juga rindu sama Ling zhe makanya terus dikebut ceritanya. trim's thor... Jaga kesehatan selalu.
2020-11-13
0
Suwarno Eno
pertama.lanjuuutt thooorrr. aku vote dulu 100
2020-11-12
0