Kini yang ada di bale-bale bambu itu hanya Cakra Buana dan ki Marga. Setelah Irma Sulastri masuk, suasana hening sejenak. Cakra Buana merasa canggung atas apa yang terjadi barusan.
"Aden, sebenarnya tujuan aden hendak kemana?" tanya ki Marga memecah keheningan.
"Entah paman. Aku sendiri belum punya tujuan, tapi yang jelas aku akan mengembara untuk melawan tindakan keangkaramurkaan yang selama ini terjadi di atas tanah Pasundan," jawab Cakra Buana.
"Hemmm … ternyata selain memiliki kepandaian tinggi, kau juga merupakan pendekar yang menegakkan kebenaran. Aku salut kepadamu den," puji ki Marga.
"Ah … paman terlalu memuji. Karena jika bukan kita selaku pribumi yang menjaga tanah air, siapa lagi? Bukankah ini merupakan salahsatu kewajiban?"
"Kau benar. Andai aku punya bekal bela diri atau ilmu jaya kajayaan (kesaktian), pasti aku juga akan melakukan seperti apa yang kau lakukan. Tapi sayangnya itu hanyalah mimpi, oleh sebab itu aku hanya bisa berbuat seadanya saja jika desaku ini dilanda musibah," kata ki Marga. Ada rasa kesedihan dalam ucapannya tersebut.
"Paman tidak perlu merendah seperti itu. Dengan cara memimpin benar dan adil pun, paman sudah dalam hitungan berjuang. Bisa kita lihat, berapa banyak pemangku jabatan yang lupa kepada tugasnya dan mementingkan diri sendiri? Sangat tipis sekali pemangku jabatan yang dapat memimpin dengan adil dan menjalankan tugas dengan benar. Sumpah dan janji yang mereka ucapkan tidak ada buktinya, semuanya palsu. Hanya omong kosong belaka. Yang terbukti hanya beberapa dari sekian banyak,"
"Begitulah den. Mungkin pepatah orang tua dulu memang benar. Bahwa kacang kadang lupa kepada kulitnya. Ah … silahkan diminum kopinya dan dimakan hidangannya den," kata ki Marga sambil meminum kopi yang sudah disiapkan oleh anaknya tersebut.
"Terimakasih paman."
Keduanya terus bercerita beberapa saat lamanya, karena hari mulai sore dan udara cukup panas, maka Cakra Buana memilih untuk membersihkan diri.
"Paman, adakah tempat untuk mandi disin…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Lima Setan Darah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
arfan
424a
2021-06-17
0
Masdar Helmi
kesalahan sm yg d lakukan author dg author lain, silakan pikirkan sendiri d mana letak salahnya...!!!
2021-06-02
0
@elang_raihan.Nr☕+🚬🐅🗡🐫🍌
lanjut ☕🚬🍌
2021-03-24
0