Mendengar ucapan Cakra Buana, Ki Laya semakin marah. Jika di lihat lebih teliti lagi, ada asap putih tipis yang mengepul keluar dari tubuh Ki Laya.
Tapi disaat dia mau menyerang Cakra Buana, Surajaya sudah berdiri kembali dan berjalan mendekati gurunya seraya berkata, "Guru, biar aku saja yang menghajar pemuda keparat itu. Aku masih sanggup mengalahkannya," kata Surajaya dengan marah.
"Pulihkan dulu lukamu. Jangan anggap enteng lawan, kesalahan inilah yang sering kau lakukan, sehingga hari ini kau bisa dilukai dengan mudah," kata Ki Laya kepada muridnya.
Surajaya tidak menjawab. Dia hanya terdiam seperti menahan rasa kesal. Entah kepada gurunya ataupun kepada Cakra Buana.
Dan memang begitulah, Surajaya selalu menganggap enteng lawan. Dia selalu menganggap dirinya sudah berilmu tinggi. Padahal, di luar sana masih banyak orang-orang yang lebih tinggi daripada dirinya.
Begitupun dalam hidup. Jangan menganggap bahwa kau pintar. Kau pintar dalam satu bidang, tapi kau belum tentu pintar dalam bidang lain. Di dunia ini, tidak ada orang yang pintar dalam segala keilmuan.
Jika ada yang mengatakan kau pintar, maka lebih baik menjawab: Tidak, aku bukan orang pintar. Hanya saja, aku adalah orang yang mau berpikir. Selesai. Dan salah satu fitrah manusia adalah berpikir.
Setelah melihat bahwa Surajaya kembali lalu duduk di atas bebatuan hitam untuk bermeditasi, Ki Laya lalu melanjutkan niat menyerang Cakra Buana yang tadi sempat tertunda.
"Tahan serangan …"
"Wuttt …"
Kakek tua itu menerjang, memulai serangannya. Tangan kanannya membentuk cakar. Sedangkan tangan kiri mengepal keras. Serangan pertama Ki Laya ini mengincar leher Cakra Buana.
Agaknya dia memang tidak berminat untuk bermain-main lagi. Pula, dari serangan pertama saja sudah terlihat bahwa dia sama sekali tidak menganggap enteng lawan. Apalagi setelah tadi melihat kejadian senjata pusaka muridnya dibuat terbelah dengan mudah.
Kesiur angin yang tajam datang lebih dulu menerpa Cakra Buana sebelum serangan Ki Laya tiba. Ha…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Bocah keparat, Tunggu Pembalasanku Nanti
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
MATADEWA
Yah...tuh kan dilepas lagi.....
2023-07-29
0
🕊🏵S I N C H A N🏵🕊
apa semakin tua semkin kuat?
2021-10-09
0
🕊🏵S I N C H A N🏵🕊
bertahun2 latihan bukannya kuat malah jdi lemah ajian banyak tp masih lemah, dan jg aku bingung gimna sih tingkatan ilmunya smpe2 ada namanya pendekar pilih tanding kalau gak ada tingkatan gimana cara ngukur besar kecil tenaga dalamnya???!
2021-10-09
0