Pertarungan di bawahnya semakin menjadi. Dua pendekar tersebut telah tewas hanya dalam beberapa kali gebrakan. Keduanya tentu tidak mampu menahan jurus maut yang mengandung racun ganas tersebut.
Tanpa sadar, Cakra Buana menggeram bagaikan seekor harimau yang sedang marah besar.
"Siapa di sana?" teriak salah seorang di antara mereka.
Cakra Buana mengumpat dalam hati. Dia mengutuk betapa bodohnya karena tidak bisa menahan emosi. Tapi hal itu hanya sebentar, karena detik selanjutnya Cakra Buana sudah melompat keluar dari tempat persembunyiannya.
Keadaannya telah berubah. Matanya berkilat setajam mata harimau. Seluruh tubuhnya merasa bergejolak hebat. Seumur hidup, dia baru merasakan hal seperti ini.
Dua pendekar tadi tewas dengan tubuh menghijau. Kematiannya baru beberapa kejap, tapi tubuh kedua orang itu sudah mulai membusuk.
Benar-benar racun yang mengerikan. Bulu kuduk Cakra Buana pun berdiri dengan sendirinya.
"Ah aku kira siapa, ternyata kau," kata orang itu sambil tersenyum mengejek.
"Tak disangka aku bisa bertemu dengan kalian di sini," ucap Cakra Buana berusaha menahan amarahnya.
"Ah, kau mencari kami? Tak disangka, sungguh tak disangka. Ada perlu apa?" tanya guru dari keempat orang tersebut.
"Aku ingin bertarung dengan muridmu. Empat Dewa Sesat …" kata Cakra Buana tak kuasa lagi menahan amarahnya yang semakin berkobar.
Tepat, orang yang selama ini Cakra Buana cari adalah Empat Dewa Sesat dan Pengusa Kegelapan. Tak disangka bahwa dia bisa menjumpai kelimanya sekaligus. Bahkan di sebuah tempat yang tak terduga pula.
Hanya saja yang menjadi pertanyaan, untuk apa mereka berlima pergi ke Tanah Jawa?
Tapi pertanyaan itu tidak penting. Yang terpenting bagi Cakra Buana sekarang adalah, dia harus bisa membunuh Dewa Trisula Perak. Atau kalau bisa semuanya. Bagaimanapun caranya.
Orang yang sudah dikendalikan oleh amarah berkobar, terkadang memang sudah tidak peduli lagi dengan keselamatannya sendiri.
Dan untuk saat ini, Cakra Buana termasuk ke dalam katego…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Bertarung Melawan Dua Dewa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
MATADEWA
Hmmm modus lagi...pasti kalah terus ada lagi yg menyelamatkan krn tdk mungkin mati.....
2023-08-01
0
Supriadi Basri
Ngayal boleh aja tapi mbok ys yg wajar.. Manusia biasa kok mau lawan dewa.. Dua dewa lagi.. Heisssss...
2022-08-05
0
Supriadi Basri
Pedang dewa aja ga bs dipertahankan.. Kok malah melawan dua dewa.. Dewa gitu lho.. Itu bukan manusia..
2022-08-05
0