Menjelang siang hari, Cakra Buana baru keluar dari hutan yang selama dua tahun ini dia tinggali. Ternyata hutan itu sangat luas, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa keluar dari sana.
Cakra Buana tidak mengggunakan ilmu meringankan tubuh, dia sengaja. Karena ingin menikmati keindahan dunia luar setelah dua tahun terkurung dalam "penjara".
Ketika dia baru keluar, yang pertama didapatinya adalah sebuah aliran sungai yang lumayan besar. Airnya agak keruh kekuningan, akan tetapi bisa dilihat jelas bahwa sungai itu sering dilintasi perahu ataupun sampan kecil.
Cakra Buana berdiri termenung terlebih dahulu, dia tidak tahu tujuannya kemana. Bahkan saat ini dia belum tau ada di wilayah mana. Akhirnya setelah sekian lama menunggu, Cakra Buana menemukan ada sebuah perahu kecil yang melaju ke arahnya.
"Paman, bolehkah aku menumpang perahumu?" tanya Cakra Buana agak keras sambil melambaikan tangan.
Nelayan itu tidak langsung menjawab. Dia memperhatikan Cakra Buana dari jarak sekitar sepuluh tombak. Tatapan nelayan itu sangat jelas menggambarkan kecurigaan dan rasa ketakutan.
Melihat ini, maka Langlang Cakra Buana lalu berseru, "Jangan takut paman. Aku bukan orang jahat," katanya sambil melemparkan senyum.
Entah kenapa, nelayan itu tiba-tiba saja mendekat ke arahnya. Seperti ada sebuah energi tarikan dari ucapan pemuda serba putih tersebut.
"Sampurasun paman," kata Cakra Buana setelah jaraknya dengan nelayan itu lumayan dekat.
"Rampes den. Aden mau menumpang perahu saya?" tanya si nelayan.
"Benar paman, apakah boleh?"
"Boleh den, silahkan. Tapi saya bukan jasa pengantar, saya hanya seorang petani sekaligus nelayan yang akan mengirimkan hasil bumi ke daerah Pasar Baru," kata nelayan itu menjelaskan.
"Tidak masalah paman. Aku ikut, sekalian ingin mengenal lebih jauh daerah tersebut,"
"Boleh den, tapi …" nelayan itu berhenti sebentar dari bicaranya. Wajahnya memperlihatkan rasa kekhawatiran, dia menengok kesana-kemari. Entah kenapa.
"Tapi aliran sungai i…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Dihadang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
MATADEWA
Perompak dihapus....
2023-07-29
0
arfan
426
2021-06-17
0
Rukmini Ndung Qieqi
keren keren ... mantep pisan eiy ..
2020-08-11
0