Di Perguruan Merpati Wingit, semua murid telah berkumpul di tengah halaman yang cukup luas. Jumlah meraka tak kurang dari tiga puluh lima orang. Termasuk tiga guru dan satu guru besar.
Orang yang tadi ditemui di hutan dan diduga merupakan salah satu guru di perguruan tersebut pun sudah sampai. Pendekar Tangan Seribu tidak mampu mengejarnya.
Karena hal itu, mungkin dia langsung melaporkan kepada semua orang perguruan tentang kedatangan Pendekar Tangan Seribu. Sehingga akibatnya, orang-orang yang ada di sana kini sudah mengelilingi pria serba hitam tersebut.
Berbagai macam senjata sudah tergenggam erat di tangan mereka. Tinggal menunggu perintah dari sang guru, maka semua murid pasti akan bergerak maju.
Tetapi untuk beberapa saat, guru mereka masih juga belum memberikan perintah. Sedangkan Pendekar Tangan Seribu hanya memandangi murid-murid yang mengelilingi dirinya. Dia tidak merasa takut sama sekali.
Bahkan di tengah kerumunan tersebut, Pendekar Tangan Seribu masih mampu untuk tersenyum.
Senyuman memang terkadang dapat mengurangi rasa gentar.
"Sampurasun Eyang Guru …" kata pria serba hitam itu memberi hormat.
"Rampes …" jawabnya hambar.
"Maaf aku berani lagi datang kemari. Sebab aku ingin membersihkan fitnahan yang ditujukan kepada diriku," katanya tenang.
"Bukti apa yang kau punya? Bukankah semuanya sudah jelas? Tidak perlu kau menjelaskan lagi, lebih baik berikanlah nyawamu yang tidak berharga itu," bentak orang yang diduga melakukan pengkhianatan.
"Sumba, kau diamlah. Biarkan dia bicara," ucap sang guru besar menegur muridnya yang bernama asli Sumba.
Dia tampak kesal, tapi tidak berkata lebih lanjut lagi.
"Apa yang ingin kau bicarakan pendekar?" tanya guru besar itu.
"Aku hanya ingin mengatakan bahwa kematian sahabatku itu bukanlah perbuatanku. Dan yang terpenting, orang yang memfitnahku ini sebenarnya mempunyai niat yang lebih busuk lagi. Dia membunuh karena mungkin takut rencananya akan terbongkar. Sebab kunjunganku kemari, memang membahas tentang…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Masalah Selesai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
Supriadi Basri
Ko maslah dah selesai.. Berarti dah koit dong ya alias dah mati..
2022-08-05
0
arfan
355
2021-06-21
0
Masdar Helmi
seharusnya 1th berlalu ilmu cakra meningkat pesat n jarang ada lawan yg bisa mengalahkannya...
2021-06-03
1