"Apakah ucapanmu itu bisa disertakan dengan bukti?" tanya seorang yang agak gemuk tadi. Wajahnya menggambarkan bahwa ia tengah meredam amarah besar. Nafasnya naik turun tak beraturan.
"Kenapa tidak? Kalau memang tidak percaya, silahkan coba saja," ucap Cakra Buana masih tenang.
Semua orang terdiam kali ini. Keenam pendekar Kerajaan Kawasenan itu sebenarnya merasa gentar. Mereka saling pandang satu sama lain seperti bicara dalam diam. Angin kembali bertiup pelan menggerakan dedaunan dan kedelapan pendekar tersebut.
"Sepertinya kau memang mempunyai nyali yang besar bocah tengik. Kalai begitu, kita segera buktikan saja. Apakah ucapanmu itu benar, atau hanya omong kosong belaka," kata si kakek tua berambut sebahu dan mempunyai alis lebat serta sudah berwarna putih itu.
"Silahkan. Aku tidak akan mundur," kata Cakra Buana lalu mengubah posisinya jadi dalam keadaan bersiap.
"Pangeran, apakah kau yakin akan menghadapi mereka?" tanya Pendekar Tangan Seribu sedikit khawatir.
Ia berlaku demikian bukan tanpa alasan, justru karena alasan kuatlah Pendekar Tangan Seribu berkata demikian. Menurutnya, jika dia dan Cakra Buana melawan mereka, pasti masalahnya akan bertambah rumit. Apalagi kalau sampai mereka melaporkan kejadian hari ini kepada sang raja.
"Kau tenang saja paman. Kalau kau memang tidak mau bertarung, tidak papa. Aku masih merasa sanggup menghadapi mereka," ucap Cakra Buana sedikit menekan suaranya.
"Bu-bukan begitu pangeran. Aku hanya takut mereka melapor kepada Prabu Ajiraga,"
"Kalau begitu, kita habisi saja mereka semua. Apa sulitnya?"
"Tapi pangeran, mereka …"
"Aku tegaskan sekali lagi, kalau memang tidak mau bertarung, segera minggir," kali ini perkataan Cakra Buana sedikit membentak. Bahkan amarah sudah terlihat dalam tatapan matanya.
"Baik kalau memang itu maumu. Aku siap bertarung dengan mereka semampu yang aku bisa," ucap Pendekar Tangan Seribu dengan mantap.
"Bagus. Kalau begitu, bersiaplah,"
"Apakah kalian berdua sudah bicaranya?" tanya si pendekar…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Bertarung Lagi I
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
MATADEWA
Skip membosankan.....sombong MCnya tdk sesuai karakter pendekar....
2023-07-31
0
arfan
372
2021-06-19
0
Galang Dwi Andika
semangat
2020-11-11
0