Kedua kakek tua itu terdiam. Matanya seperti menerawang jauh mengingat-ingat sesuatu di masa lalu. Cukup lama mereka berada dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba Pendekar Tongkat Kembar Dari Timur saling pandang.
Kedua mata saudara kembar itu nampak berbinar-binar. Wajah tuanya memperlihatkan senyuman bahagia dengan gigi yang sudah ompong.
"Hehehe, kakang, apa kau ingat sekarang?" tanya Kakek Tongkat Kiri kepada saudaranya.
"Tentu rai. Aku sudah ingat sekarang, ya, ya, aku ingat," kata Kakek Tongkat Kanan menyahuti.
Cakra Buana dibuat kebingungan oleh gelagat dua orang tua itu. Dia hanya berdiri memandangi tingkah lucu keduanya. Kadang-kadang Cakra Buana menggaruk kepala menyaksikannya.
"Pangeran," kata keduanya memanggil bersamaan.
"Iya, ada masalah apa kek?"
"Apakah pedang yang tadi kau gunakan itu, Pedang Pusaka Dewa?"
"Benar. Ini Pedang Pusaka Dewa," jawab Cakra Buana dengan tenang.
"Sungguh?"
"Sungguh, aku tidak bercanda,"
"Akhirnya …"
Pendekar Tongkat Kembar Dari Timur berpelukan erat. Mereka lalu menangis. Tapi bukan tangisan kesedihan, melainkan tangisan kebahagiaan.
"Sang Hyang Widhi akhirnya merestui rencana kita ini. Sebentar lagi Tanah Pasundan akan bersatu kembali," teriak Kakek Tongkat Kanan.
Teriakan itu di sambut oleh sorak-sorai semua pendekar yang hadir di Bukit Maut. Karena malam semakin larut, maka Prabu Katapangan Kresna kembali mengambil tempatnya. Ia naik lagi ke mimbar untuk berbicara beberapa hal yang menurutnya penting.
Akan tetapi sebelum hal itu terjadi, Gagak Bodas yang terkenal cerdik tiba-tiba memberikan arahan kepada Prabu Katapangan Kresna.
"Rai, lebih baik diskusikan hal ini di Istana Kerajaan saja. Sebab kalau di sini, aku khawatir ada seseorang yang bersembunyi. Ini alam terbuka, bukan suatu yang mustahil kalau ada orang-orang musuh yang sedang mengintai," kata Gagak Bodas.
Prabu Katapangan berpikir sebentar lalu mengangguk tanda setuju.
"Baiklah kakang, kalau begitu kita segera kembali ke Istana Kerajaan sekarang. Ki…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Rencana Gagak Bodas
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
arfan
371
2021-06-20
0
Risna
ki tunggu up mu kakang
2020-11-18
0
🎯Pak Guru📝📶
LIKE pembaca setia
2020-11-18
0