Tak terasa satu minggu telah berlalu. Cakra Buana dan Pendekar Tangan Seribu sudah sadar tiga hari lalu. Hanya saja mereka masih belum bisa bergerak semaunya. Sebab luka dalam yang diderita, masih belum pulih total.
Selama seminggu itu, Jalak Putih dan Gagak Bodas mengurus mereka dengan sabar. Seperti layaknya seorang sahabat lama, padahal bertemu saja baru kali ini.
Perhitungan Gagak Bodas tidaklah salah, ia mengatakan kepada Jalak Putih bahwa 'pasiennya' akan sembuh dalam waktu seminggu. Dan itu memang benar. Sekarang Cakra Buana dan Pendekar Tangan Seribu sudah bebeas bergerak. Meskipun kadang tubuh mereka terasa ngilu karena terlalu lama terbaring.
Waktu menunjukkan malam hari. Rembulan menggantung di cakrawala dengan indah. Bintang-bintang berkelipan menambah keindahan. Hawa sejuk terasa dari pegunungan yang dekat dengan kediaman Gagak Bodas dan Jalak Putih.
Suara binatang malam seperti kelelawar terdengar berdecit sahut menyahut bersama suara jangkrik. Semilir angin lembut membelai keempat orang yang kini sedang duduk di bale-bale bambu.
Di depan mereka ada singkong rebus, ubis rebus dan juga teh manis hangat. Keduanya saling melengkapi satu sama lain. Sangat cocok kalau dinikmati saat cuaca seperti sekarang ini.
Mereka tidak bicara cukup lama. Keempatnya melamun membayangkan kejadian-kejadian di masa silam. Namun pada akhirnya, Cakra Buana memecah keheningan.
"Sebelumnya kami ucapkan terimakasih untuk paman berdua. Kalau tidak ada kalian, mungkin aku dan pamanku ini sudah tewas," ucap Cakra Buana dengan sopan.
"Sesama manusia memang diwajibkan untuk tolong menolong. Ki dulur tidak perlu sungkan, kalau kita ingin ditolong orang, maka kita juga harus menolong orang," kata Gagak Bodas bijaksana.
"Paman benar. Sepertinya Sang Hyang Widhi sengaja mempertemukan kita," ujar Cakra Buana.
"Maaf ki dulur, kalau boleh tahu, siapakah kalian berdua?" tanya Jalak Putih.
Dua saudara seperguruan itu memang belum mengetahui siapa pasien mereka. Sebab beberapa hari…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Seorang Yang Menguping
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
Mamak Alfian
seperti nya pendekar tk pny perhitungan
2022-09-06
0
arfan
383
2021-06-19
0
Muhamad Farhan
next up Thor 🤗 lanjuuuuut
2020-11-08
0