Di bagian tengah peperangan, ada seorang pendekar muda berpakaian serba putih dengan wajah tampan dan rambut sebahu, pendekar muda tersebut mengamuk menghabisi siapa saja yang dia temui.
Kedua tangannya bergerak cepat bagaikan lidah petir. Setiap tangannya berkelebat, nampak sinar putih transparan menyambar ke segala penjuru. Kekuatannya sangat dahsyat, para prajurit yang terkena gelombang tersebut, langsung tewas seketika dengan darah bercucuran.
Dialah Cakra Buana si Pendekar Maung Kulon.
Cakra Buana mulai mengeluarkan kekuatannya yang membuat siapapun jeri. Andai ada sebuah lubang untuk melarikan diri, niscaya para prajurit yang bernasib sial berhadapan dengannya, pasti akan memilih untuk berlari menuju lubang tersebut.
Sayangnya lubang itu tidak ada, yang ada hanyalah rekan-rekan mereka kini sudah menjadi mayat karena keganasan sepak terjang Cakra Buana.
Di saat dirinya berada di tengah-tengah arena peperangan, Cakra Buana berhenti sejenak memandang ke segala arah. Tak kurang dari ribuan prajurit di depannya kini tergeletak tanpa nyawa di atas darah siapa saja.
Dia merenenung sejenak. Mengambil nafas dalam-dalam lalu memantapkan tekadnya. Cakra Buana memejamkan matanya sesaat sambil tangan kanannya mengambil pusaka yang dibungkus kain putih.
Pusaka itu dia ambil lalu kemudian di buka kainnya. Terlihat saat ini di tangannya ada sebilah pedang bersarung indah dan menyeramkan.
Pedang Pusaka Dewa!
Pedang legendaris yang dipercaya membawa kemenangan dan kejayaan bagi kerajaan manapun yang berhasil memegangnya. Pedang pusaka yang dipercaya mempunyai kekuatan ghaib sangat dahsyat.
Cakra Buana berniat untuk mempergunakannya saat ini. Sebab menurutnya, dengan cara menggunakan Pedang Pusaka Dewa, setidaknya dia akan mempersingkat perang ini.
"Ayah, ibu, eyang guru, hari ini aku akan membalaskan dendam kalian. Dengan Pedang Pusaka Dewa yang mungkin menjadi warisan untukku darimu, aku akan membalaskan semua rasa sakit kalian. Aku harap kalian bisa melihat perjuanganku di a…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Perang Besar II: Tiga Senjata Pusaka Legendaris
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
Bagaskara Manjer Kawuryan
para raja dan calon raja besar, kenapa kok ndak langsung menyerang raja ato pemimpin lawan...jika raja'ny ato pemimpin lawan sudah kalah, perang pasti berakhir. tapi knp kok lebih memilih membantai para prajurit. padahal prajurit tidak semua'ny jahat, mereka hanya membela negaranya...prajurit juga punya keluarga yg berharap meraka pulang dgn selamat.
...
...lebih salut dgn Panji Tejo laksono atau Prabu Bameswara dari kadiri...timbang cakra buana..
hmmm....tak apalah kan hanya imajinasi author...
2023-09-15
0
arfan
365
2021-06-20
0
Wuyung
lanjutkan Thor, mantap👍
2020-11-29
0