"Kau dan temanmu," kata Prabu Ajiraga sambil menunjuk Pendekar Tangan Seribu menggunakan jari telunjuknya. Matanya langsung mencorong tajam menahan amarah.
"Tunggu, kenapa Yang Mulia menuduh bahwa aku dan rekanku pelakunya?" tanya Pendekar Tangan Seribu.
"Karena memang kalian berdua lah pelakunya," kata sang raja tetap ngotot.
Suasana bertambah tegang. Kini para pendekar sudah memegangi senjata mereka masing-masing. Tinggal menunggu perintah, mereka langsung bergerak.
"Apakah ada bukti kuat kalau memang benar kami telah membunuh sepuluh pendekar itu?"
"Tentu saja ada,"
"Apa?"
"Saat setelah kejadian, kau dan temanmu tidak ada di penginapan. Padahal semua pendekar yang saat ini hadir, mencarimu ke semua penjuru. Bahkan ke beberapa daerah terdekat,"
"Bukankah tadi sudah bilang bahwa kami ada urusan?" Pendekar Tangan Seribu berkata sedikit lantang.
Dia sendiri tidak khawatir jika Prabu Ajiraga sudah tahu kalau memang dia dan Cakra Buana pelakunya. Namun yang dikhawatirkan oleh Pendekar Tangan Seribu adalah bagaimana nasib Cakra Buana nantinya? Kalau dis harus tewas, tak mengapa. Tapi kalau Cakra Buana? Ini tida bisa dibiarkan. Bagaimanapun juga, pemuda serba putih itu tidak boleh berada dalam bahaya.
"Benar, tapi sayangnya aku tidak percaya atas ucapanmu itu," kata Prabu Ajiraga semakin dingin.
"Aku menanyakan bukti kuat, dari tadi kau tidak menunjukannya. Bukankah ini konyol?"
"Karena aku tidak perlu membutuhkan bukti itu. Aku akan langsung membuatmu untuk mengakui bahwa memang kaulah pelakunya,"
"Dengan cara?"
"Memaksamu untuk bicara," ucapnya semakin dingin.
Cakra Buana sudah curiga dari awal mula. Dan sekarang sudah terbukti. Bagaimanapun dirinya dan Pendekar Tangan Seribu mengelak, tetap akan percuma. Sebab semua ini sudah direncanakan dengan matang. Tak ada jalan keluar kecuali dua cara. Pertama mengakui lalu melawan, yang kedua mengakui lalu menyerah.
Dan atas hal ini, tentu saja Cakra Buana memilih untuk mengaku lalu melawan. Pantang bagi seorang pendekar sepert…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Kegaduhan di Istana Kerajaan Kawasenan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
Usep Saepulloh
mc y terlalu polos,g ada siasat
2022-12-10
1
Anton Setiadji
Thor calon pimpinan kok tidak punya strategi
2022-05-11
1
Maja Manik
bodoh si cakra, masa gak ada perhitungan, gak cocok jadi pemimpin, mati aja atau sekarat aja dia biar sadar diri jangan terlalu jumawa
2021-11-18
0