Matahari telah melewati ubun-ubun kepala. Peperangan berjalan tanpa jeda. Saat ini, ratusan ribu nyawa manusia sudah melayang. Banjir darah terjadi di mana-mana. Bau anyir terasa semakin menyengat hidung dari waktu ke waktu.
Saat ini Cakra Buana juga sudah berhenti menggunakan kekuatan dahsyat dari Pedang Pusaka Dewa. Sekarang pedang itu mengeluarkan kekuatan seperti biasanya, tidak sedahsyat seperti tadi. Hal ini disebabkan karena Cakra Buana tidak mau menghabiskan seluruh tenaga dalamnya.
Cakra Buana baru menyadari, bahwa semakin dia menggunakan kekuatan pedang itu, maka semakin berat untuk mengendalikannya. Bahkan hampir saja dia kehilangan kendali Pedang Pusaka Dewa.
Akan tetapi meskipun begitu, pedang pusaka tersebut tetap membawa hawa mengerikan bagi siapa saja.
Sekarang Cakra Buana sedang berlari di antara mayat-mayat yang bergelimpangan. Dia baru berhenti setelah di hadang oleh dua puluhan pendekar pilih tanding. Wajah mereka jelas menggambarkan amarah yang tidak bisa diluksikan lagi.
Sorot mata mereka sangat tajam bagaikan sebuah mata pisau. Cakra Buana sendiri berhenti di tengah-tengah memandangi dua puluh pendekar tersebut. Tidak ada gentar dalam hatinya.
"Kalian mau mencoba menghalangiku?" tanya Cakra Buana kepada dua puluh orang tersebut.
"Kau cerdas. Tapi kami bukan hanya ingin menghalangimu supaya tidak bertindak lebih jauh lagi, akan tetapi kami juga akan mencabut nyawamu," kata seorang di antara mereka.
"Bagus. Kalau memang kalian merasa mampu, lakukan sekarang juga," ucap Cakra Buana.
Selesai berkata seperti itu, dia mengambil sikap kuda-kuda. Pedang Pusaka Dewa msih tergenggam erat di tangan kanannya. Sedangkan tangan kiri memegang sarung pedang. Selama ini, Cakra Buana tidak pernah memperlihatkan seluruh kemampuan dan tenaga dalamnya, tapi hari ini, dia berniat akan mencurahkan semuanya.
Dua puluh pendekar tersebut, begitu mendengar perkataan Cakra Buana yang terakhir, langsung menyiapkan diri untuk memulai pertarungan. Puluhan senjata…
Kisah Pendekar Maung Kulon
Perang Besar III
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 380 Episodes
Comments
arfan
359
2021-06-20
0
Kodim Kribo
mantap like semangat dan lanjut thor
2020-11-29
1
Risna
makasih up nya kakang
2020-11-29
0