"bapak Anton baru datang ya, ada apa ya pak?" tanya Alfin tersenyum bahagia dengan kedatangan pak Anton, dirinya terlihat sedang menyangga tubuhnya di bahu kakaknya untuk membantunya berdiri.
"Wah nak Alfin ya, Hmm... ini bapak mau mengantarkan seragam sekolah kamu nak, yang ketinggalan di sekolah. Untung saja sudah di selamatkan oleh anak bapak Rin, katanya, ketinggalan pada saat jam olahraga. Jadi karena hari sudah larut malam bapak saja yang menjadi perwakilan Rin, untuk membantu mengantarkan seragam ini Fin," ucap pak Anton yang sebenarnya merasa miris setelah melihat kondisi Alfin yang tampak sangat memperihatinkan.
"Hah? aaa..! I-ya! terimakasih banyak pak!" Balas Alfin yang hendak mengambil seragam tersebut. Dirinya merasa keheranan dengan pak Anton, yang sengaja berbohong demi kebaikan dirinya.
Pada saat hendak menyerahkan seragam sekolah itu, pak Anton menyempatkan dirinya untuk sedikit menyentuh tangan Alfin pada saat hendak menyerahkan pakaiannya.
"Astaghfirullah, tubuh anak ini sangat panas sekali, sepertinya dia terkena demam tinggi apa yang harus hamba lakukan yang Allah," gumam pak Anton di dalam hatinya karena sangat menghawatirkan kondisi Alfin.
"Terimakasih ya pak," balas Alfin tersenyum lepas seolah tidak terjadi apa-apa.
"Ya nak Alfin, oh iya! itu kalau boleh tahu nak Alfin kenapa wajahnya terlihat pucat dan kenapa tubuh nak Alfin sampai di pangku begitu?" tanya pak Anton dengan raut wajah yang terlihat sangat serius.
Mendengarkan pertanyaan itu Alfin merasa sangat panik memberikan respon seperti apa, kepada pak Anton. Terlihat sang ayah sengaja mengedip-edipkan matanya, sebagai isyarat untuk menyuruhnya berbohong kepada pak Anton.
"Haah, anu, itu!, sa-ya tadi terjatuh dari tangga rumah pak! karena ber maen-maen dengan kakak saya, jadinya sampai di bantu begini pak," balas Alfin tertawa miring berusaha membohongi pak Anton.
"Kakaknya Doni yang mendengarkan saudaranya berbohong, dirinya hanya bisa tertunduk pilu dengan wajah yang terlihat sangat…
Saudara Tiri
rencana kehidupan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments