"Assalamu'alaikum,"ucap Abi memasuki rumah setelah membeli beberapa suka cadang di pusat kota.
"Waalaikumsalam bi,"Balas umi seraya menunduk menatap Piring penuh lauk pauk diatas meja makan.
"Loh umi kenapa," tanya Abi kawatir sembari mengelus punggung istrinya. "Umi kecapean kerja ya,"bujuknya.
"Bukan begitu bi," balas umi mendongak hingga jelas air mata ini lolos sampai ke pipi.
"Umi cuma kawatir dengan Rin bi putri kita,"
Seketika Abi terperangah. "Astaghfirullah apa yang terjadi dengan Rin, umi?" tanya Abi panik hendak memastikan kondisi putrinya. Hingga seketika tangannya di tahan oleh sang istri.
"Jangan bi, biarkanlah Rin tenang sejenak," ucap umi menarik pelan tangan Abi seraya sedikit membuka pintu kamar Rin yang jelas terlihat putrinya sedang menangis sesenggukan di dalam kamar. " Dari tadi sepulang sekolah Rin sudah menangis seperti ini bi. Umi tidak tau apa yang telah terjadi dengan putri kita, sudah beberapa kali umi bertanya tapi tetap saja Rin tidak jawab. umi jadi kawatir bi,"tangis istrinya seraya mendekap erat dalam pangkuan sang suami.
Di sisi lain hari yang cerah ini berangsur gelap gulita, ayah dengan raut wajah kesal menunggu kepulangan istrinya dari depan pintu rumah.
"Kemala kemana saja kau?"
Plak!....
Satu tamparan keras mendarat di pipi istrinya. Hingga ia berlutut meringis kesakitan dengan tangan kanan menutupi pipi. "Udah berani kamu mukulin aku yah!?" ucapnya dengan nada tinggi.
"Lihat semua ini!"
Perang!.. Perang!.. Perang!.. Perang!..
Piring, guci, vas bunga, pecah berserakan di mana-mana.
"Kau kira sebagai seorang suami aku takut denganmu!"gertak Azkara melotot menujuk di depan wajah istrinya.
"Ibu cuma.. keluar sebentar yah, ada arisan dengan teman-teman jadi_,"
Perang!..
Pecah satu pering lagi seketika istrinya ketakutan memejamkan mata.
"Sebentar katamu," ucapnya tersenyum miring. "seharian.. penuh Kemala, kemana saja kau," teriaknya. "Anak kita Alfin hampir bunuh diri di rumah ini apa kau tau, Oma telah meninggal dunia di bunuh s…
Saudara Tiri
bersumpah untuk menelan ribuan jarum
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments