Ketika Agus selesai makan malam, ia mulai berbaring di atas ranjang. Dengan tangan yang direntangkan dari kedua sisi, saat menatap indahnya bulan purnama dari balik jendela kamar. Di dalam kepalanya terbayang kenangan indah bersama kak Doni. Tak mudah Agus melupakannya, sebab sepeninggalnya kak Doni, dunia ini sepertinya tidak ada artinya lagi. Sikap jahil kakaknya, senyuman kakaknya, kelembutan kakaknya, kini sangat ia rindukan. Hingga air mata ini tak hentinya menetes."Kenapa kak Doni harus meninggalkan Agus kak, setiap hari Agus selalu merindukan kakak,"tangisnya pecah hingga dada ini terasa begitu sesak.
Agus yang semakin tenggelam dalam kesedihan, mulai terbesit sebuah pesan dari kakaknya Doni, sewaktu kakaknya hidup. Kakaknya selalu mengingatkan Agus, untuk selalu akur dengan Alfin apapun yang terjadi.
Setelah teringat akan pesan itu Agus semakin tidak terima dengan pesannya"Tidak adil kak! kak Doni selalu saja perhatian kepada kak Alfin. Sedangkan Agus, selalu kakak abaikan,"teriaknya seraya mencium aroma baju peninggalan sang kakak."coba saja kak waktu itu Agus yang kakak bawa, pasti kenyataan pahit ini tidak akan pernah terjadi.
Meskipun begitu, dengan berberat hati Agus bangun dari ranjangnya seraya membuka jendela kamar. Terlihat jelas kakaknya Alfin tidur pulas, meringkuk diatas kerasnya lantai.
Seketika itu juga hati kecilnya pun mulai tergerak, saat menatap kakaknya Alfin tidur pulas. Meski jelas kakaknya itu memukul-mukul tubuh kurusnya, setelah perih digigit, ribuan nyamuk menusuk kulit. Sehingga Agus ingat betul, kakaknya Alfin malam ini kelaparan tidak diberikan jatah makan oleh sang ibu semakin membuka kedua matanya.
"Ternyata kak Alfin udah tidur ya,"hatinya tak tega hingga, semakin menguatkan cengkraman tangan pada ganggang jendela."Kenapa hati ku ini merasa begitu iba dengan kak Alfin!? harusnya tidak seperti ini. Perasaan apa ini sebenarnya!?"kesalnya dengan dirinya sendiri, sehingga dahinya mengerut menyaksikan semua itu.
Entah perasaan apa…
Saudara Tiri
menyadari pentingnya arti persaudaraan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments