Dering suara telepon di atas nakas, suara itu terdengar samar-samar namun sangat mengusik tidur Adrian yang lelap di atas ranjangnya.
Tuuuuuut!.....
Satu panggilan tak terjawab.
Tuuuuuut!.....
Dua panggilan tak terjawab.
Adrian mengerang pelan, mengangkat kepalanya dari bantal dengan mata yang masih setengah tertutup. Tangannya perlahan meraba-raba permukaan nakas, mencari asal suara bising itu. Setelah beberapa kali menyentuh udara kosong, akhirnya jari-jarinya menyentuh telepon dengan gerakan malas. Kemudian, ia menariknya ke dekat wajahnya tanpa melihat siapa yang menelepon.
"Halo," suaranya serak, masih diselimuti ngantuk.
Tak ada jawaban setelah beberapa detik, hanya suara napas berat di ujung sana.
["Tuan muda,"] suara berat itu akhirnya terdengar, sedikit bergetar. Namun, suara itu bukan suara dari orang kepercayaannya.
Jantung Adrian berdetak lebih cepat. Ia langsung terduduk di ranjang, menahan napas, merasa firasat buruk merayap di tengkuknya.
"Ada apa? Apa lagi yang sudah terjadi?" tanya Adrian, seraya rasa kantuk lenyap begitu saja.
Hening lagi.
Kemudian orang itu bersuara dengan tercekat.
["Tuan muda, Tomi tadi malam tewas ditembak orang."]
Darah Adrian seketika berhenti mengalir.
Tomi orang kepercayaannya, sahabat yang sudah seperti saudara kandungnya, tidak mungkin.
“Tunggu… apa?” suaranya bergetar, hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
Dada Adrian semakin terasa sesak, jari-jemarinya kian memutih saking kuatnya mencengkeram telepon dalam genggaman.
"Tomi tewas tertembak!"
Matanya membelalak sempurna, menatap pantulan kusut wajahnya di cermin kamar. Pikirannya kian berputar-putar, mencari seribu satu jawaban, mencari siapa dalang yang berani melakukan semua kegilaan ini.
Terlebih lagi, setelah musibah yang menimpa adiknya, Lisa, kabar buruk pagi ini sangat membuatnya murka. Membuatnya semakin menggila, membanting semua benda yang ada di sekitarnya.
"Argh......"
Prank!......
Prank!......
Prank!......
["Tuan muda!"] panggil anak buah…
Saudara Tiri
apa yang kita tanam itulah yang kita tuai
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments