Alfin menyudahi kalimatnya, ia mendongak menghembus nafas pelan kemudian berbalik meninggalkan Rin dalam kenangan tangisnya. Namun diambang pintu langkahnya tertahan, kala Rin bersuara.
"Alfin, meskipun sekarang kamu telah berubah. Percayalah, saat nanti aku pasti bisa menyadarkan mu, Fin" Rin perlahan merindukan kepalanya, meskipun sudah menangis menjadi-jadi ia berusaha tetap tegar. Dengan tangan bergetar perlahan Rin menyeka air matanya. Ia sadar segala usahanya pasti akan sia-sia, namun Rin tidak akan pernah menyerah begitu saja, demi bisa menyadarkan Alfin dari dendamnya.
Ketika Rin larut dalam genangan tangisnya, perlahan Alfin berbalik ia memegangi pipi Rin dengan kedua tangan dan berlutut untuk menghapus air matanya. Kemudian seluwes senyuman hangat tercetak di wajah, Alfin kala Rin bersedih. "Dari dulu kamu memang tidak pernah berubah Rin." Ucap Alfin pelan kemudian berdiri meninggalkan Rin dari ruangan itu.
Rin terdiam sejenak tangannya menyentuh pipi tempat Alfin menghapus air matanya, jantungnya berdebar kencang, kala Alfin tersenyum padanya. Rin terus menatap punggung Alfin yang perlahan menghilang dari ambang pintu. "Alfin, kenapa sekarang Fin. Kenapa dari dulu kamu tidak pernah memperhatikan ku?" batinya diikuti aliran air mata yang kembali mengalir, membasahi pipi.
"Irwan, perempuan itu bagaimana? Apa dia mau pulang?" tanya Alfin sambil menatap Irwan.
Irwan mendekati meja Alfin dengan ekspresi serius. "Wanita itu sangat keras kepala. Katanya, dia tidak akan kembali sebelum berhasil menyadarkan mu," jawab Irwan.
Alfin seketika mengalihkan pandangannya, lalu tersenyum kecil. Namun, Irwan kembali bersuara, suaranya penuh tekanan. "Alfin, menurutmu aku ini apa bagimu?" tanyanya.
Alfin menatap Irwan dengan ragu. "Apa maksudmu, Irwan? Kau... aku sudah menganggapmu seperti pamanku sendiri," jawabnya.
Belum sempat Alfin menyelesaikan kalimatnya, Irwan menyela dengan nada emosional. "Tidak, Alfin. Aku sudah menganggap mu seperti anakku sendiri. Jadi, kumohon.…
Saudara Tiri
bersandiwara dari awal rencana
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments