"Ayah, ibu. Kak Doni ngak kenapa-kenapa kan? I-ya kan yah. Agus sangat kawatir sama kakak, Agus ngak mau kakak kenapa," tangis Agus tersedu-sedu merengek dalam dekapan ibunya.
"I-ya Gus, sabar ya nak ya. kakak mu itu akan selalu baik-baik saja,"ucap ibu membujuk putra sulungnya seraya berlinangkan air mata, terlihat jelas dari daun matanya yang sudah mulai bengkak.
"Tapi kak Doni bu? kakaknya Agus! kak Doni takutnya kenapa-kenapa bu!"
Ayahnya Azkara yang dari tadi mendengarkan suara tangisan istri bersama putra sulungnya Agus, menangis tersedu-sedu semakin menyebabkan sang ayah panik setengah mati. Jantungnya berdegup kencang tak bisa diungkapkan oleh kata-kata lagi. Tubuhnya semakin bergetar hebat, dibasahi oleh berkeringat dingin sekujur tubuhnya setelah sekian lama menunggu kabar kedua putranya yang tak kunjung datang dari ruangan itu. Hingga tepat pada pukul 17:30 barulah dokter keluar dari ruangan tersebut.
"Dokter! bagaimana keadaan putra saya dok?" tanya ibu dan ayah dengan raut wajah cemas.
"Tenang dulu ya bapak ibuk. Saya paham kabar ini sangat sulit untuk diterima,"ucap dokter.
"Haah, sulit di terima! sebenarnya maksud anda bagaimana dok?" tanya ayah yang semakin cemas dengan nasip kedua putranya.
"Kami saat ini sedang melakukan semua yang kami bisa demi keselamatan pasien, tapi saya harus mengatakan yang sejujurnya kepada bapak dan ibuk,"
"Ya dok! apa yang sebenarnya telah terjadi dengan kedua putra saya dok," tanya ayah yang semakin cemas, sembari beberapa kali mengguncang pundak dokter itu.
"Sabar pak, dengarkan dulu. Sebenarnya kami semua staf medis telah melakukan semua metode penyembuhan yang kami bisa. Akan tetapi harapan kesembuhan kedua putra bapak saat ini sangatlah rendah, karena kedua pasien mempunyai luka yang sangat fatal di dalam tubuh mereka, ditambah lagi beberapa area tulang yang patah serta salah satu pasien yang memiliki kebocoran fatal di belakang kepala hingga menyebabkan detak jantung pasien terus melemah," ucap dokter yang sangat pr…
Saudara Tiri
suratan tangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Sedihnya 😢
2025-01-08
0
Ita Xiaomi
Ku kira kk Doni selamat.
2024-09-26
0