"Kamu makan duluan saja Gus, kakak nyuci pakaian dulu ya," ucap Alfin mengangkat sebuah ember berisikan beberapa pakaian basah mereka.
"Tapi kak Agus belum napsu makan. Agus nunggu kakak selesai nyuci ya, supaya kita bisa sama-sama makan," ucapnya lemah berbaring di sudut gubuk berselimutkan kain sarung satu-satunya, penahan dinginnya hawa malam. Diantara setengah atap beralaskan plastik.
"Baiklah kalau begitu Gus, kakak nyuci dulu," sambung Alfin ia berdiri diantara pintu masuk gubuk yang ia bangun sendiri. Matanya kian sendu mantap adiknya Agus terbaring lemah diantara tumpukan barang bekas, hasilnya memulung.
Meskipun begitu Alfin tetap bersyukur masih memiliki satu sama lain. Karena Agus lah ia rela mati-matian bekerja keras seperti ini, Agus lah harta berharga satu-satunya yang ia miliki. Hingga terukir indah senyum manis Alfin diantara remang-remang cahaya obor bersumbu kan kaleng bekas susu menyala terang menutupi sisi gubuk, dari gelapnya malam.
Hingga Rintik demi rintik hujan datang mengundang. Alfin yang bertelanjangkan dada hanya menutupi setengah tubuhnya dengan sebuah karung kasar. Sebab tak satupun lagi pakaian yang layak pakai yang bisa ia kenakan, Alfin berjongkok mulai menggosok-gosokkan pakaian mereka satu sama lain, supaya menghilangkan noda dan bau busuk. Sesekali ia mengambil nafas dalam-dalam, kemudian perlahan melepaskannya.
Alfin terus teringat akan rasa lapar Agus seperti pagi itu yang sangat kelaparan. Teringat jelas adiknya bergetar hebat menyantap sebakul nasi putih yang ia curi dari sebuah kedai. Air matanya tak henti-hentinya menetes, seraya terus membersihkan semua noda pakaian itu dengan air hujan.
Takut sangat takut sekali Alfin dengan rasa lapar, ia rela kelaparan asalkan adiknya bisa makan itulah yang Alfin inginkan. Tampak sesekali ia menyeka air matanya dengan suku berusaha untuk tetap tegar. Kemudian kembali membersihkan noda hitam diantara pakaian dalamnya yang telah koyak, berlubang itu.
Setelah menggantungkan semua pakaian ya…
Saudara Tiri
pusaran garis takdir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments
Aman Wijaya
aku tak kuat menahan air mata Thor kasian Alfin dan adik nya cepat bikin jadi sukses dan kaya.terlalu kejam hidup nya buat mereka
2024-10-15
0