Dimas menghampiri putra sulungnya, Adrian, dan menunjuk tepat di depan wajah putranya. "Jadi kau ingin aku diam saja setelah apa yang telah dilakukannya? Lihatlah dengan baik, Adrian! Semua ini juga karena salahmu. Sebagai seorang kakak, kau harusnya bisa melindungi adikmu, Lisa. Tapi sekarang, apa yang bisa kau lakukan sebagai seorang kakak?" teriak Dimas hingga terlihat urat lehernya.
Adrian menggeram, menatap wajah ayahnya dengan tatapan yang sudah tak terbaca lagi. Bukan karena ia menerima makian dari sang ayah, tetapi ia sadar bahwa membalas ucapan ayahnya hingga mulutnya berbusa pun percuma.
Tiba-tiba Adrian bangkit dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan kedua orang tuanya dengan raut wajah kesal. Adrian sadar, meskipun sudah seperti ini, dirinya tidak pernah dianggap oleh kedua orang tuanya hanya karena Lisa adalah anak perempuan satu-satunya. Tapi hari ini, Lisa, si anak emas, telah menjadi anak sialan yang mencoreng nama baik keluarga mereka.
Meskipun begitu, Adrian sebagai seorang kakak sangat menyayangi adiknya, Lisa. Ia tahu betul yang dibutuhkan Lisa sekarang bukanlah makian maupun penghakiman, melainkan rangkulan. Namun, tentu hal itu sangat mustahil, terlebih lagi dengan sikap ayahnya, Dimas, yang sangat keras kepala.
"Setidaknya Adrian sudah memperingati Papa," ucap Adrian sambil menghela napas pelan dan berhenti di ambang pintu, kemudian sedikit menoleh. "Mungkin ini karma setelah apa yang telah Papa lakukan," tambahnya sebelum pergi, meninggalkan ayahnya yang tertegun.
Dimas tertegun sejenak setelah mendengar sepatah kata keluar dari mulut Adrian. Apakah Adrian menyadari apa yang telah ia lakukan? Sebab sebelumnya ia telah merahasiakan semua itu dengan baik dari keluarganya.
"Tidak, tidak mungkin Adrian mengetahuinya!" batin Dimas, semakin tertekan setelah semua yang terjadi malam ini menghancurkan keluarga tercintanya. Terlebih lagi, Dimas semakin gelap mata dengan situasi ini. Ia terus mengedarkan pandangannya, seolah darah memuncak di pucu…
Saudara Tiri
diantara 2 persimpangan jalanan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments