Ruang Tamu Kediaman Kemala Sari, Malam Hari
Hujan deras mengguyur atap rumah seperti gendang perang. Petir menyambar langit kelam, memantulkan bayangan mencekam di kaca jendela besar. Dahan-dahan pohon berderau bersama berisiknya hembusan angin malam. Adrian duduk berhadapan dengan Kemala Sari di antara sebuah meja marmer, matanya merah, tubuhnya gemetar hebat menahan amarah yang nyaris meledak.
Kemala Sari, mengenakan gaun satin biru tua, masih duduk anggun di sofa, memutar cangkir teh di tangannya tanpa ekspresi. Tapi mata elangnya tak bisa menyembunyikan ketegangan, meskipun tak sudi menatap anak dari istri kedua suaminya, Dimas.
"Apa yang membuatmu datang kemari?" ucapannya pelan.
Keheningan menerpa saat Adrian menatap wajah Kemala Sari, istri sah pertama ayahnya, Dimas Nugraha.
Menjelang, matanya membelalak. Adrian dengan suara gemetar: "Apa yang kau lakukan pada Lisa?! Kau tahu sesuatu... Bukan, bahkan mungkin... kau sendiri pasti bagian dari semua ini!"
Kemala menegakkan punggungnya, kemudian memukul meja dengan satu tangan.
Prank!
"Adrian, kau sudah mulai gila. Tudinganmu itu tak berdasar. Jangan bawa-bawa aku ke dalam kegilaan adikmu itu."
Adrian mendekat, napasnya berat.
"Kegilaan?! Lisa diperkosa! Mobil ayah nyaris meledak dalam kecelakaan yang jelas bukan karena rem blong biasa. Kau pikir aku buta, Ibu Tri?! Semua ini, semua kegilaan ini terjadi setelah kau menggugat ayahku, Dimas, ke pengadilan hingga kau terusir seperti ini, bukan?!"
Kemala meletakkan cangkirnya dengan suara ting! kecil. Ia perlahan menghisap cerutu di tangannya, kemudian menghembuskan asapnya sejajar dengan wajah Adrian. Kemudian ia menghela napas pelan.
"Jangan coba-coba melemparkan dosamu sendiri padaku. Kalau ayahmu celaka, mungkin karena karmanya sendiri, karena dengan mudahnya memiliki istri dan anak haram di luar sepengetahuanku."
"BERHENTI!"
Tangannya terangkat tanpa sadar.
PLAK!...
Suara tamparan menggema di seluruh ruangan. Kemala terhuyung ke samping, pipinya memerah, tapi…
Saudara Tiri
kematian mereka adalah langkah awal menuju kebahagiaan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments