Ngak ada, tenang-tenangnya pak! sudah jelas ibu bapaknya, itu sengaja menjual kedua anaknya untuk mendapatkan kekayaan, liat aja tuh! rumahnya gede amat. kali aja mereka juga pesugihan," ucap mbok asih dengan wajah judesnya.
"Mungkin saja semua yang dikatakan mbok asih itu benar, Kita harus mendobrak rumah itu sekarang juga," sorak beberapa warga yang mulai emosi, terpengaruh dengan perkataan mbok asih.
"Mohon perhatian bapak ibuk semuanya," ucap pak Anton yang berusaha mengalihkan fokus para warga kepada dirinya. Mendengar hal itu sorot mata warga mulai tertuju kepada Anton.
"Emang bapak ada keperluan apa ya?" Ucap mbok Asih dengan wajah angkuhnya.
"Aaa? bapak ibuk semuanya, mohon tentang dulu. Semua yang terjadi ini, pasti karena ada kesalahpahaman. Jadi bapak ibuk semuanya, jangan sampai salah dalam mengambil keputusan," ucap pak Anton yang berusaha menenangkan amukan para warga.
"Eh siapa anda, yang berani mengatur-atur kami? sebagai pendatang baru di tempat ini, anda jangan berani-beraninya ikut campur masalah warga desa," gertak para warga yang tidak mau di ingatkan.
Kemarahan masa masih terus berlanjut, dengan bertambahnya orang-orang yang mulai memadati kompleks perumahan azkara. Mereka tampak berdesakan, hendak menerobos pagar rumah itu. Seketika mereka terdiam sejenak, setelah mendengarkan sirine mobil pihak kepolisian yang memekakkan telinga tampak dari kejauhan mulai beriring-iringan datang mendekati kerumunan para warga.
Wiu!...Wiu!...Wiu!...Wiu!...Wiu!...
Bunyi sirine mobil kepolisian yang mulai berhenti di tengah kerumunan masa.
"Sudah jelas kan, pihak kepolisian saja sudah datang kerumah ini, apalagi yang kita tunggu," teriak para warga yang berusaha mendobrak masuk dengan menggoyang-goyangkan pagar rumah itu.
Pak RT yang mulai panik dengan kemarahan masa yang sudah mulai anarkis. Berusaha sekuat tenaga menenangkan amukan mereka"Astaga, Para warga semuanya, mohon tenang dulu," ucap pak RT yang berusaha menenangkan para masa yang mulai berusaha masuk…
Saudara Tiri
kebingungan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments