Pagi itu dengan raut wajah yang penuh kekhawatiran, Alfin mengecek suhu tubuh adiknya, Agus. "Tubuhmu masih panas, Gus," ucap Alfin seraya mengusap lembut kening hingga terus berlanjut sampai membasahi rambut keriting adiknya.
Agus pun tersenyum merekah, menggelengkan kepalanya, perlahan ia menurunkan tangan kakaknya dari dahi ini dan terus berlanjut dalam genggaman. "Kak, Alfin. Ngak usah kawatir lagi ya. Agus sudah besar, sudah bisa jaga diri. Jadi kak Alfin, bisa fokus bekerja lagi. Dan Hmm... Oh iya kak. Jangan lupa pulang nanti bawakan Agus banyak-banyak makanan enak, ya kak." Ucapnya penuh keceriaan seraya memejamkan mata merapalkan doa di dalam hati ini, demi keselamatan kakaknya.
Alfin menggenggam erat kedua tangan itu ia sangat bersyukur atas sikap lembut adiknya yang makin penurut. Sorot matanya kian sendu menatap tubuh lemah ini dalam senyuman. "Kalau begitu tunggulah kepulangan kakak Gus," ucapnya dengan mata yang semakin berkaca-kaca. "Kakak janji akan bawakan Agus banyak makanan enak, selimut hangat dan obat untukmu Gus," sambungnya kembali mengusap lembut, rambut adiknya lagi.
"Terimakasih banyak kak, karena sudah peduli sama Agus. Tapi sebelum itu, kak Alfin makan dulu ya. Dari tadi malam Agus belum lihat kakak makan," ucapnya, menguatkan genggaman untuk sang kakak.
Alfin kembali berdusta. "Oh Malam itu ya. Kakak sudah makan sebagiannya Gus. Hm... Kali aja habis," senyumannya. " Astaga ini sudah waktunya, kerja. Kakak pergi dulu ya. Agus jaga diri baik-baik di rumah, Oke " bangkitnya berdiri tak tega meninggalkan sang adik yang sedang sakit.
"Ok kak," balas Agus tersenyum lepas memandang kakaknya berdiri diambang pintu masuk.
Namun karena tidak ada pilihan lain Alfin harus menguatkan hatinya. Jika bukan dia yang bekerja, lantas siapa lagi yang menanggung semua beban ini. Dengan tekad yang semakin kuat, Alfin mengambil nafas dalam-dalam kemudian perlahan melepaskannya. Ia menguatkan hatinya untuk meninggalkan adiknya dalam doa, mengiringi langkah ka…
Saudara Tiri
diantara dua pilihan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments