Rio bergegas menutup pintu, gorden, dan mematikan semua alat elektronik dengan cepat. Napasnya memburu, dadanya naik turun. Ia memandangi Alfin yang masih duduk terpaku di depan komputer, jari-jarinya menari panik di atas keyboard, sebab sekitar 4 jam peretas berusaha melacak lokasi IP mereka.
"Alfin... Apa mereka masih melacak lokasi kita?"
Suara Rio berat, nyaris berbisik, tapi cukup untuk membuat Alfin menghentikan ketikannya. Sejenak, hanya suara kipas pendingin komputer yang terdengar.
Alfin menggigit bibir bawahnya, matanya menatap layar yang dipenuhi kode dan peta digital. Keringat menetes dari pelipisnya, menuruni pipi, dan jatuh ke meja. Ia menghela napas dalam-dalam, lalu menekan satu tombol terakhir.
Klik...
"Argh... Sebentar..."
Sedang memproses...
......?
Empat jam yang terasa seperti seabad. Lalu layar komputer sepenuhnya memudar, menampilkan tulisan hijau terang:
Safe Zone: Signal Blocked.
Alfin akhirnya bersandar ke kursinya, menengadah ke langit-langit dengan mata terpejam.
"Hahh... Akhirnya selesai juga."
Ia terlihat menyeka keringat di dahinya dengan lengan bajunya yang sudah basah.
"Bener kah? YES! Kita akhirnya aman!" teriak Rio kegirangan, selebrasi bak pemain bola. "Yes, yes, yes!"
"Ya, kita berhasil, Rio... Namun, untuk sementara."
"Apa kemungkinan mereka akan melacak kita lagi?" tanya Rio.
"Iya... Kemungkinan besar, tapi aku sudah aktifkan jamming signal level tertinggi. Meski itu cuma tahan dua jam. Setelah itu, mereka bisa tembus lagi kalau kita nggak pindah."
Rio menggeram. "Brengsek para bedebah itu, bagaimana mereka bisa terurus melakukannya?"
Alfin terdiam sejenak. Ia berkutat dengan pikirannya sendiri. Semua ini terjadi setelah ia mendapatkan panggilan telepon dari nomor yang tak dikenal, dan nyatanya terhubung dengan Adrian, putra sulung musuh—anak pamannya, Dimas Nugraha. Kemudian, beberapa detik setelah itu, serangan hacker datang silih berganti, berusaha membobol alamat IP lokasi mereka.
"Sepertinya mereka mendapatkan dukungan dar…
Saudara Tiri
dibawah tekanan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments