Sembari menyisiri rambut Alfin, wanita itu terdengar sedikit terengah-engah. Membuat Alfin keheranan untuk mengintip sedikit ke belakang, namun ia takut untuk melakukannya
"Nah, lihat sekarang kau terlihat tampan" puji wanita itu menatap wajah tampan Alfin di depan cermin rias kamarnya.
Alfin melihat pantulan wajahnya di cermin. Wanita itu benar ia terlihat sangat tampan sama seperti dulu. Saat ia punya segalanya, meski tubuhnya sekarang sangat kurus. Bahkan Alfin menyentuh wajahnya tak percaya, ia tidak percaya bisa melihat wajahnya setampan ini. Meski kini banyak terdapat jejak luka lebam, di sekujur tubuhnya.
"Nah, sekarang saatnya makan, ayo." ajak wanita itu menuntun Alfin ke meja makan. Disana sudah tersaji banyak makanan yang sudah sangat lama Alfin idamkan.
"Hmm...apa boleh saya bawakan sisanya untuk adikku buk," kata Alfin pelan, melihat banyak makanan diatas meja. Ia tidak tahu kapan wanita itu menyiapkan makanan itu, semuanya seolah-olah sudah wanita itu sediakan sebelumnya.
"Oh , i-ya. Kau punya adik laki-laki kan? tentu saja kau boleh. Lain kali, bawa saja dia ke rumah ini," jawab wanita itu tersenyum seraya menarik kursi dan mempersilahkan Alfin duduk.
Alfin tampak malu setelah dipersilahkan duduk. Padahal ia sudah diperlakukan sebaik ini, tapi masih saja ia meminta lebih makanan demi dibawakan pulang untuk Agus.
Wanita itu bertopang dagu, menatap wajah Alfin dalam senyuman. "Tentu saja kau boleh membawanya sebanyak mungkin. Sekarang makanlah dulu," Kata wanita itu tanpa melunturkan senyuman diwajahnya.
Alfin menatap semua makanan itu, hingga nyaris ia meneteskan air liurnya. Dan mulai menikmati makanan yang tampak lezat itu satu persatu. Mungkin ini surga, Alfin mulai kehilangan kesadaran dan terus makan dengan rakusnya, tentu saja ia makan dengan begitu lahap sebab ia telah lama tidak menikmati makanan selezat ini. Bisa makan dengan nasi saja sudah sangat bersyukur, apalagi ia sekarang disuguhkan dengan banyak daging ayam.
Wanita itu tersenyum kala…
Saudara Tiri
jurang yang sangat dalam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments
Aman Wijaya
kasian kau Alfin semoga kamu lolos dari kepungan warga
2024-10-19
0