Dengan tertatih-tatih Alfin mengambil langkah cepat, tidak sabar memperlihatkan roti itu kepada kakaknya Doni. Ia terus membilas darah yang terus keluar dari bibirnya, Entah apa yang ada di fikiranya Alfin. Dirinya sangatlah bahagia setelah mendapatkan sebungkus roti curian dari usahanya sendiri. Raut bahagia, terukir jelas dari wajahnya, saat membayangkan rasa lapar kakaknya Doni, hilang dengan roti ini. Berbeda dengan semesta, bagaikan hendak runtuh menangis pilu menyaksikan perjuangan mereka untuk mengisi kekosongan perut yang kian terasa perih. Sampai-sampai langit yang cerah sore itu bagaikan menangis tersedu-sedu dengan deraiaan air hujan yang begitu deras, sebagai saksi bisu atas pengakuan itu.
Dengan sedikit mendongak Alfin menutupi matanya sekali lagi, merasakan deraiaan air hujan yang membasahi wajahnya. Ia tetap tersenyum indah mengabaikan rasa perih akibat goresan aspal dan luka lebam di sekujur tubuhnya, hingga tak digubris lagi. Saat ini di dalam pikirannya hanya ada bayangan kakaknya Doni. "Tunggu Alfin pulang ya kak," gumam Alfin lirih seraya memeluk erat roti didalam bajunya.
"Kemana sih Alfin?" ucap Doni kawatir sembari menyelimuti tubuhnya dengan plastik hitam pembuangan sampah.
Matanya terus tertuju pada ujung lorong sempit itu, mengharapkan kepulangan saudaranya Alfin yang sekarang entah kemana perginya saa ini. Kak Doni meringkuk kedingin, dengan sehelai plastik hitam sebagai atap tempatnya berteduh. Terus menunggu Disana, menunggu kepulangan saudaranya Alfin. Rasa cemas terus menyelimuti dadanya, terukir jelas dari raut wajah remaja itu.
Di balik derasnya, hujan sore itu. Tampak bayangan Alfin di penghujung lorong sempit, wajahnya tak terlihat jelas saking derasnya hujan. Seketika itu juga kak Doni merasa sangat lega, setelah sekian lama ia menunggu kepulangan saudaranya Alfin. Rasa cemas di dalam dadanya kini, kian terurai bersamaan dengan derasnya hujan sore itu terasa sejuk menyejukkan kalbu. Hingga sesekali kakaknya, mengambil nafas lega,…
Saudara Tiri
merubah orang-orang di sekitarnya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 62 Episodes
Comments
Ita Xiaomi
Ditunggu kelanjutannya kk. Semangat berkarya. Berkah&Sukses selalu.
2024-06-05
2
Ita Xiaomi
Sedihnya. Aku klo dah baca tentang anak2x yg teraniaya ndak kuat rasanya😭😭😭
2024-06-05
2