Gema Langkah di Lorong Gelap
Rasa sakit itu bukan lagi sekadar perih yang bisa diabaikan dengan keteguhan hati, melainkan serupa ribuan jarum es yang dihunjamkan secara presisi langsung ke ulu hati. Di dalam raga Elara yang ringkih dan kurang gizi, Aurelia meringkuk di atas lantai batu yang jenuh oleh kelembapan serta aroma pengap yang memuakkan. Ia merasakan racun sihir hitam pemberian Elena mulai mengental di pembuluh darahnya, menciptakan resistensi yang menyesakkan pada setiap aliran oksigen yang masuk. Bau belerang yang mencekak tenggorokan dan dinginnya dinding batu yang berlumut menjadi saksi bisu perjuangannya untuk memaksa energi beracun itu masuk ke inti Void yang kini berdenyut secara tidak stabil di dalam jiwanya. Setiap tarikan napas terasa seperti menyeret beban besi seberat ribuan ton, namun sorot matanya tetap tajam dan membara—martabat seorang penguasa sejati tidak pernah luntur meski raganya berada di ambang kehancuran fisik yang paling rendah.
"Nona... Nona Elara? Apakah Anda masih bertahan di sana?" sebuah bisikan gemetar yang sarat akan ketakutan memecah kesunyian malam yang mencekam di lorong bawah tanah tersebut.
Aurelia memaksakan kepalanya terangkat dengan sebuah gerakan yang sangat menyakitkan, seolah-olah lehernya sedang dipilin. Rina, pelayan muda yang setia itu, berdiri dengan wajah sepucat mayat di balik jeruji besi yang dingin. Tangannya mencengkeram kain roknya dengan sangat erat hingga kuku-kukunya memutih karena tekanan psikologis yang luar biasa besar.
"Aku... aku masih di sini, Rina. Kematian belum cukup berani untuk menjemputku malam ini," jawab Aurelia dengan suara parau yang nyaris menghilang. Suaranya terdengar kering, kasar, dan pecah, serupa gesekan logam berkarat di atas permukaan batu nisan yang kasar.
"Ada yang nekat menerobos masuk melalui jalur pembuangan untuk menemui Anda, Nona. Saya tidak memiliki keberanian maupun kekuatan untuk menahan langkahnya," bisik Rina sambil terus menoleh dengan waspada ke arah koridor utam…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 6: Rencana Kaelen
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments