Keheningan yang Menikam
Uap panas mengepul dari cangkir porselen putih yang terletak tepat di hadapan Elara, membawa aroma lavender yang seharusnya menenangkan. Namun, bagi penciuman Elara yang tajam dan telah terasah oleh penderitaan di penjara bawah tanah, aroma itu tercemar oleh bau logam yang samar dan getaran energi korosif yang dingin. Di seberang meja, Elena duduk dengan punggung tegak, jemarinya yang lentik menggenggam sepotong roti gandum dengan keanggunan yang dibuat-buat, sementara matanya yang berkilat penuh kebencian tidak pernah lepas dari gerak-gerik Elara.
"Mengapa kau hanya menatapnya, Elara?" suara Valerius memecah kesunyian, rendah dan penuh otoritas yang tidak bisa dibantah. Sang kaisar memotong daging asap di piringnya dengan gerakan mekanis, namun matanya yang gelap terus memindai wajah Elara, mencari sisa-sisa kemiripan dengan sosok yang dulu pernah ia khianati. "Selir Utama secara khusus meminta koki untuk meracik teh itu demi memulihkan energimu setelah kau pinsan di sel tempo hari."
Elara mengangkat pandangannya, menatap langsung ke mata Valerius tanpa berkedip. "Saya sangat tersanjung oleh perhatian yang begitu besar dari Selir Utama, Yang Mulia. Hanya saja, aromanya begitu unik hingga saya butuh waktu sejenak untuk mengaguminya."
Elena tersenyum, sebuah lengkungan bibir yang tidak mencapai matanya yang dingin. "Keistimewaan memang terkadang menyakitkan bagi mereka yang tidak siap menerimanya, Penasihat. Teh itu mengandung ekstrak bunga dari perbatasan utara, sangat langka dan hanya orang spesial yang bisa merasakan khasiatnya yang sebenarnya."
"Orang spesial, ya?" Elara menyentuh pinggiran cangkir porselen itu dengan ujung jarinya. Ia bisa merasakan denyut sirkuit sihir hitam yang tersembunyi di dalam cairan tersebut, sebuah jebakan frekuensi yang dirancang untuk melumpuhkan sistem saraf pusatnya. "Saya mengerti sekarang mengapa Anda begitu bersikeras agar saya meminumnya."
"Tentu saja," sahut Elena sambil menyesap tehnya sendiri yang ber…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 16 Sarapan Beracun
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments