Lantai sel bawah tanah itu terasa seperti lempengan es yang siap menelan siapa pun yang berdiri di atasnya. Elara masih mematung, sepasang matanya yang kelam tak sedikit pun berkedip menatap sosok Kapten Harka yang kini lebih menyerupai patung porselen biru daripada seorang manusia. Uap dingin mengepul dari tubuh jasad itu, melawan suhu ruangan yang sebenarnya tidak terlalu ekstrem. Kematian Harka bukan sekadar akhir dari sebuah pengkhianatan, melainkan pesan berdarah yang dikirimkan langsung dari kegelapan Utara.
Panglima Vane berdiri beberapa langkah di belakang Elara, napasnya terdengar berat dan tidak teratur. Para perwira lainnya saling lirik dengan wajah pucat pasi, beberapa di antaranya menyentuh gagang pedang mereka dengan tangan yang gemetar hebat. Keheningan di dalam sel itu begitu pekat, seolah suara detak jantung mereka sendiri pun terdengar seperti genderang perang.
"Apa yang sebenarnya terjadi, Nyonya?" suara Vane pecah, terdengar serak oleh ketakutan yang berusaha ia tekan. "Dia baru saja bicara satu detik yang lalu. Bagaimana mungkin seseorang membeku secepat ini tanpa sihir elemen air tingkat tinggi?"
Elara tidak langsung menjawab. Ia melangkah maju, membiarkan ujung sepatunya menyentuh lantai yang kini tertutup lapisan tipis kristal es yang merambat dari kaki jasad Harka. Ia bisa merasakan resonansi energi yang sangat familiar—sebuah frekuensi yang berdenyut dengan rasa lapar yang purba.
"Ini bukan sihir elemen air, Panglima," Elara berbisik tanpa menoleh. Suaranya dingin, datar, dan membawa otoritas yang membuat bulu kuduk semua orang di sana berdiri. "Ini adalah pengikat jiwa. Harka telah menjual suaranya kepada entitas yang jauh lebih haus daripada badai salju di luar sana. Begitu dia membocorkan rahasia 'Bunga Musim Dingin', kontraknya terpenuhi, dan jiwanya ditarik paksa hingga menyisakan kehampaan yang membeku."
"Maksud Anda... Sekte itu?" tanya salah satu perwira dengan suara mencicit.
Elara berbalik perlahan, menatap satu per satu wajah par…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 29 Interogasi Mayat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments