Bab 18 Sidang Darah Pertama

Gema Langkah di Aula Agung

Dua pintu raksasa yang terbuat dari kayu jati berlapis perunggu itu terbuka dengan suara derit yang berat, seolah memprotes beban sejarah yang harus disaksikannya hari ini. Elara melangkah masuk, memaksakan punggungnya tetap tegak meski setiap persendiannya berdenyut akibat sisa-sisa energi logam yang diserapnya kemarin di taman mawar. Tongkat kayu hitam berukir elang di tangan kirinya mengetuk lantai marmer dengan irama yang konstan—tuk, tuk, tuk—sebuah detak jantung buatan yang mengisi kesunyian mencekam di Aula Agung Kekaisaran. Di sekelilingnya, barisan menteri dan bangsawan tinggi berdiri seperti pilar-pilar batu yang kaku, mata mereka tidak menunjukkan simpati, melainkan rasa lapar akan skandal dan kehancuran.

"Penasihat Elara dari Asteria memasuki ruangan!" seru penjaga gerbang, suaranya bergema di langit-langit aula yang tinggi.

Elara tidak menoleh ke arah para menteri itu. Pandangannya lurus ke depan, ke arah singgasana emas tempat Valerius duduk dengan dagu bertumpu pada kepalan tangannya. Sang kaisar tampak lebih pucat dari biasanya, dengan gurat-gurat kelelahan yang nyata di sekitar matanya yang kelam. Di sisi bawah singgasana, Elena berdiri dengan tangan terborgol rantai perak—rantai penahan mana yang khusus digunakan untuk pengguna sihir tingkat tinggi. Wajah Elena yang biasanya angkuh kini kusam, rambutnya sedikit berantakan, namun matanya masih memancarkan api kebencian yang mampu membakar seluruh ruangan.

"Kau terlambat, Elara," Valerius berkata, suaranya rendah namun memenuhi setiap sudut aula. "Aku hampir berpikir kau terlalu lemah untuk menghadiri pengadilan ini setelah insiden kemarin."

Elara membungkuk dalam, sebuah gerakan yang sangat terkontrol untuk menyembunyikan rasa perih di tangan kanannya yang terbalut kasa putih di balik lengan gaunnya yang lebar. "Maafkan saya, Yang Mulia. Tubuh saya memang masih memproses 'hadiah' yang diberikan Selir Utama, namun jiwa saya tidak akan membiarkan keadilan tertunda hanya kare…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!