Dunia seolah kehilangan suaranya. Di tengah reruntuhan gerbang Iron Gate yang kini hanya berupa tumpukan granit dan es hitam, Elara masih bersimpuh. Salju yang turun perlahan mulai menutupi zirah peraknya yang retak, namun ia tidak merasakannya. Fokusnya hanya tertuju pada sosok pria yang tergeletak di hadapannya. Kaelen, sang Jenderal yang selalu menjadi tamengnya, kini tampak begitu kecil di bawah bayangan kehancuran yang ia ciptakan sendiri. Darah merah segar yang mengalir dari lengan kiri sang Jenderal mulai membeku, menciptakan kontras yang mengerikan di atas putihnya salju.
"Bantu dia! Cepat bawa tandu ke sini!" Elara berteriak, namun suaranya terdengar asing di telinganya sendiri—pecah dan penuh keputusasaan yang tidak bisa disembunyikan.
"Tuan Putri, Anda sendiri terluka, biarkan kami yang membawanya!" Juna berlari mendekat dengan napas tersengal, wajahnya pucat melihat kondisi tangan kiri sang Jenderal yang hancur total hingga tulang-tulangnya terlihat mencuat di balik sisa zirah yang remuk.
"Aku bilang bantu aku!" raung Elara sambil merengkuh bahu Kaelen yang tak lagi berdaya. "Jangan sentuh tangan kirinya, angkat bahu kanannya dengan hati-hati. Juna, ambilkan kain bersih untuk menekan perdarahannya!"
Para prajurit yang tersisa bergerak dengan gemetar. Mereka yang tadinya bersorak karena kemenangan atas Golem es kini tertunduk dalam duka yang sunyi. Elara memimpin evakuasi itu sendiri. Ia menolak untuk naik ke atas tandu medis meski kakinya beberapa kali goyah karena kehabisan mana. Setiap langkah menuju kamar medis benteng terasa seperti ribuan jarum yang menusuk jantungnya. Bau besi dari darah Kaelen dan aroma debu granit yang melekat di pakaian mereka seolah menjadi pengingat abadi bahwa kemenangan ini dibayar dengan harga yang terlalu mahal.
"Letakkan dia di atas meja bedah. Rina, siapkan air hangat dan alkohol!" perintah Elara sesampainya mereka di ruang medis yang pengap.
"Tuan Putri... tangan Jenderal..." Rina menutup mulutnya, air matanya tumpah se…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 40 Tangan yang Patah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments