Bab 38 Musim Beku Besar

Darah hitam yang baru saja dimuntahkan Elara tidak sempat meresap ke dalam salju. Cairan kental itu membeku seketika di udara, berubah menjadi butiran kristal gelap yang berdenting tajam saat menyentuh permukaan es yang sekeras baja. Di hadapannya, bayangan raksasa itu tidak lagi sekadar siluet statis di cakrawala utara. Golem itu bergerak maju, setiap langkahnya mengirimkan gelombang kejut yang meretakkan fondasi bumi, suaranya beradu dengan raungan badai ungu yang kini menelan seluruh langit.

"Tuan Putri, kita harus masuk! Sekarang!" Juna berteriak, suaranya nyaris hilang ditelan deru angin yang membawa serpihan es setajam belati.

Elara tidak menyahut. Paru-parunya terasa seperti sedang menghirup pecahan kaca yang membeku di tengah jalan. Ia mencengkeram jimat perak milik kakaknya di balik jubah, mencari sisa-sisa kehangatan moral yang nyaris punah di tengah pengkhianatan yang baru saja ia padamkan di lapangan apel. Tangan kanannya yang menghitam hingga ke bahu kini benar-benar mati rasa, seolah-olah lengan itu bukan lagi bagian dari tubuhnya, melainkan sepotong kayu arang yang siap patah kapan saja.

"Juna, bawa semua orang ke aula bawah tanah," desis Elara, suaranya parau oleh sisa darah di kerongkongan.

"Bagaimana dengan Anda? Suhu ini... raksa di termometer medis sudah pecah, Tuan Putri! Ini bukan lagi musim dingin biasa, ini adalah maut yang turun dari langit!" Juna mencoba meraih lengan Elara, namun ia tersentak mundur saat merasakan aura dingin yang memancar dari kulit sang putri—dingin yang tidak alami, dingin yang terasa lapar dan hampa.

"Aku bilang masuk!" Elara berbalik, matanya berkilat dengan kegelapan yang pekat. "Jika kau tetap di sini, kau hanya akan menjadi patung es dalam sepuluh detik ke depan. Bergerak!"

Di sudut lapangan, retakan besar muncul di pilar utama barak. Suara krak yang memekakkan telinga terdengar seperti tembakan senapan, menandakan struktur bangunan tidak lagi mampu menahan penyusutan suhu yang ekstrem. Prajurit-prajurit kavaleri b…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!