Sintesis dalam Kehampaan
Fajar baru saja menyentuh cakrawala, menyebarkan rona merah pucat yang tampak seperti memar di atas langit ibu kota. Elara berdiri di tengah laboratorium pribadi yang terletak di ruang bawah tanah Paviliun Timur, tempat yang beberapa jam lalu menjadi saksi kesepakatan gelapnya dengan Sekte Void. Udara di ruangan itu masih terasa berat, sisa-sisa aroma belerang dan uap garam purifikasi masih tertinggal, menempel pada dinding-dinding batu yang dingin. Tangan kanannya, yang kini dihiasi pola abu-abu halus mirip rajahan kuno, berdenyut pelan seiring dengan stabilnya energi di level satu koma satu.
"Nyonya, semua bahan yang Anda minta sudah saya susun di meja utama," suara Rina memecah keheningan, meskipun nada suaranya masih menyimpan getaran ketakutan yang tidak bisa disembunyikan.
Elara menoleh perlahan, matanya yang kelabu tampak lebih tajam di bawah cahaya lampu minyak yang berkedip. "Termasuk bungkusan kecil yang aku bawa sejak kita meninggalkan Asteria, Rina? Yang aku simpan di dasar peti pakaianku?"
"Sudah, Nyonya. Tapi... bukankah itu hanya garam dapur biasa dari dapur istana lama?" Rina meletakkan bungkusan kain lusuh itu di samping cawan perak. "Untuk apa garam dari masa lalu yang pahit itu digunakan dalam ramuan sekuat ini?"
"Kejadian di masa lalu mungkin pahit, Rina, tapi sisa-sisanya sering kali menjadi katalisator paling murni," Elara melangkah mendekat, jemarinya yang panjang mengusap bungkusan kain itu. "Garam ini bukan sekadar bumbu. Ia telah menyerap energi dari tanah Asteria yang asli sebelum kekaisaran ini menginjak-injaknya. Ia memiliki memori tentang struktur molekul yang tidak dimiliki oleh sihir hitam Elena."
"Apakah ini yang Anda sebut sebagai penawar? Sesuatu yang akan melumpuhkan Selir Utama?"
"Lebih dari sekadar melumpuhkan," Elara membuka bungkusan itu. Butiran kristal putih kusam itu tampak kontras dengan garam ungu pemberian sekte yang masih tersisa sedikit di sudut meja. "Elena menggunakan entitas Void untuk mengh…
Mahkota Darah: Pembalasan Sang Ratu
Bab 20 Penawar Sihir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments